Tingginya kecenderungan perpindahan kerja pada karyawan Generasi Z telah dipandang sebagai tantangan bagi organisasi dalam mempertahankan keberlangsungan sumber daya manusia yang kompeten. Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh pengembangan karier, work-life balance, dan flexible work arrangement terhadap intention to stay pada karyawan Generasi Z di Shopee Solo Technopark. Pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori diterapkan melalui penyebaran kuesioner berskala Likert kepada 160 responden. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics melalui pengujian instrumen, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengembangan karier, work-life balance, dan flexible work arrangement terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap intention to stay, baik secara parsial maupun simultan. Kontribusi terbesar ditunjukkan oleh pengembangan karier, kemudian diikuti oleh work-life balance dan flexible work arrangement. Secara bersama-sama, ketiga variabel mampu menjelaskan sebesar 38,5% variasi intention to stay dengan nilai F-hitung sebesar 32,539. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa peningkatan retensi karyawan Generasi Z perlu didukung melalui pengembangan jalur karier yang terarah, keseimbangan kehidupan kerja yang memadai, serta penerapan sistem kerja fleksibel yang adaptif.Kata Kunci: Pengembangan Karier, Work-Life Balance, Flexible Work Arrangement, Intention to Stay, Generasi Z.
Copyrights © 2026