Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Simbiosis Reputasi Digital: Rekonstruksi Personal Branding Komunitas sebagai Jangkar Autentisitas Korporasi pada Gojek dan Wardah Wahyu Ratnasari; Oktaviana Kartika sari; Pramudya Ibnu Subrata
CITACONOMIA : Economic and Business Studies Vol. 5 No. 02 (2026): April - Juni
Publisher : CITACONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citaconomia.v5i02.3086

Abstract

Krisis kepercayaan global terhadap institusi korporasi di era digital telah mendorong pergeseran paradigma komunikasi menuju narasi berbasis kemanusiaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekonstruksi personal branding komunitas sebagai instrumen strategis dalam pembentukan reputasi korporasi, dengan studi kasus pada entitas Gojek dan Wardah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif-konseptual. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi sumber sekunder yang kredibel, meliputi laporan keberlanjutan korporasi, data industri tahun 2025-2026, serta literatur akademis mengenai manajemen hubungan dan pertukaran sosial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa otoritas narasi telah bergeser dari departemen internal perusahaan ke tangan komunitas digital. Fenomena ini dibuktikan dengan efektivitas konten organik yang dihasilkan oleh mitra dan konsumen dalam membangun sentimen positif dibandingkan kampanye konvensional. Melalui mekanisme co-creation dan brand persona fusion, integritas individu berfungsi sebagai jangkar autentisitas yang memvalidasi klaim korporat secara empiris. Dapat disimpulkan bahwa personal branding komunitas merupakan pilar utama konstruksi reputasi di era digital. Sebagai kontribusi teoretis, dirumuskan model "Simbiosis Reputasi Digital" yang memosisikan kredibilitas individu sebagai aset strategis perusahaan. Praktisi komunikasi disarankan untuk mereorientasi peran mereka dari pengelola pesan menjadi fasilitator identitas komunitas demi menjaga keberlanjutan reputasi.
Pengaruh Pengembangan Karir, Work-Life Balance, dan Flexible Working Arrangement terhadap Intention to Stay pada Karyawan Generasi Z di Shopee Solo Technopark Anggun Aliya Ramadhani; Dita Permata Kusumaningrum; Wahyu Ratnasari; Rizky Ramadhan Aprian Aditama
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1376

Abstract

Tingginya kecenderungan perpindahan kerja pada karyawan Generasi Z telah dipandang sebagai tantangan bagi organisasi dalam mempertahankan keberlangsungan sumber daya manusia yang kompeten. Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh pengembangan karier, work-life balance, dan flexible work arrangement terhadap intention to stay pada karyawan Generasi Z di Shopee Solo Technopark. Pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori diterapkan melalui penyebaran kuesioner berskala Likert kepada 160 responden. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics melalui pengujian instrumen, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengembangan karier, work-life balance, dan flexible work arrangement terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap intention to stay, baik secara parsial maupun simultan. Kontribusi terbesar ditunjukkan oleh pengembangan karier, kemudian diikuti oleh work-life balance dan flexible work arrangement. Secara bersama-sama, ketiga variabel mampu menjelaskan sebesar 38,5% variasi intention to stay dengan nilai F-hitung sebesar 32,539. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa peningkatan retensi karyawan Generasi Z perlu didukung melalui pengembangan jalur karier yang terarah, keseimbangan kehidupan kerja yang memadai, serta penerapan sistem kerja fleksibel yang adaptif.Kata Kunci: Pengembangan Karier, Work-Life Balance, Flexible Work Arrangement, Intention to Stay, Generasi Z.