Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk-bentuk relasi kekuasaan, konflik sosial, dan representasi ideologi kolonial dalam cerpen "Teh dan Pengkhianat" karya Iksaka Banu dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kata, frasa, kalimat, dan dialog dalam cerpen yang berkaitan dengan fokus penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak-catat dengan studi pustaka, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen "Teh dan Pengkhianat" merepresentasikan berbagai persoalan sosial yang terjadi pada masa kolonial Hindia Belanda, terutama terkait ketimpangan relasi kekuasaan antara kelompok kolonial dan masyarakat pribumi. Konflik sosial muncul sebagai akibat dari praktik dominasi, eksploitasi, dan ketidakadilan yang dialami kelompok subordinat. Selain itu, ideologi kolonial tercermin melalui sikap dan tindakan tokoh-tokoh yang berupaya mempertahankan kekuasaan serta memengaruhi cara pandang masyarakat. Cerpen ini juga memperlihatkan respons tokoh terhadap tekanan sosial yang mereka hadapi, baik dalam bentuk kepatuhan maupun perlawanan. Dengan demikian, karya sastra ini tidak hanya berfungsi sebagai media estetik, tetapi juga sebagai representasi realitas sosial dan historis pada masa kolonial.
Copyrights © 2026