Kemampuan berpikir kreatif merupakan salah satu kompetensi penting yang dibutuhkan dalam pembelajaran matematika abad ke-21. Namun, masih banyak peserta didik yang mengalami kesulitan dalam menghasilkan solusi yang beragam, fleksibel, dan orisinal terhadap permasalahan matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada pembelajaran matematika melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Kajian dilakukan melalui empat tahapan, yaitu perumusan pertanyaan penelitian, penelusuran dan seleksi literatur, pengodean serta analisis data, dan penyajian hasil. Artikel dikumpulkan dari basis data Google Scholar dan ERIC, kemudian diseleksi menggunakan kerangka PRISMA. Sebanyak 20 artikel yang diterbitkan pada periode 2022–2026 memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa indikator kemampuan berpikir kreatif matematis yang paling sering digunakan meliputi kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), keaslian (originality), dan elaborasi (elaboration). Selain itu, kemampuan berpikir kreatif peserta didik umumnya masih berada pada kategori rendah hingga sedang. Pendekatan STEM paling banyak diimplementasikan melalui model Project-Based Learning (PjBL) dan Problem-Based Learning (PBL) yang menekankan pemecahan masalah kontekstual, kegiatan berbasis proyek, kolaborasi, integrasi teknologi, serta proses desain rekayasa. Dengan demikian, pendekatan STEM efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis dan berpotensi menjadi alternatif pembelajaran yang inovatif.
Copyrights © 2026