Pendahuluan. Nyeri lutut, terutama akibat osteoarthritis, merupakan masalah kesehatan yang prevalensinya meningkat pada kelompok usia lanjut dan berdampak signifikan terhadap fungsi fisik, psikologis, serta kualitas hidup. Kondisi ini dapat membatasi aktivitas sehari-hari dan meningkatkan risiko komplikasi kesehatan seperti obesitas, penyakit kardiovaskular, diabetes, dan gangguan mental. Oleh karena itu, diperlukan upaya skrining, edukasi, dan intervensi yang tepat untuk menurunkan nyeri serta mempertahankan kemandirian lansia, khususnya yang tinggal di panti jompo. Metode. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Panti Jompo wilayah Cibinong, Jawa Barat, pada tanggal 4 Desember 2025. Kegiatan diawali dengan senam otak dan edukasi interaktif untuk meningkatkan partisipasi aktif lansia. Selanjutnya dilakukan skrining nyeri lutut melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik oleh mahasiswa dengan pendampingan caregiver. Peserta yang terindikasi mengalami nyeri lutut menjalani pemeriksaan lanjutan menggunakan ultrasonografi oleh dokter, kemudian diberikan tatalaksana berupa injeksi intraartikular lutut dengan panduan ultrasound menggunakan obat antiinflamasi dan lidokain.Hasil dan Pembahasan.Sebanyak 22 lansia mengikuti kegiatan skrining, dan 5 orang dengan nyeri lutut signifikan mendapatkan injeksi intraartikular. Seluruh peserta yang mendapat injeksi melaporkan penurunan nyeri yang bermakna, ditunjukkan oleh penurunan skor Visual Analog Scale dari rata-rata 8 menjadi 2. Satu peserta yang mendapatkan injeksi pada bahu juga melaporkan penurunan kekakuan sendi. Kesimpulan.Kegiatan skrining dan pengobatan nyeri lutut pada lansia di panti jompo efektif menurunkan nyeri dan berpotensi meningkatkan kemampuan fungsional serta kualitas hidup.
Copyrights © 2026