Dalam Kurikulum Merdeka, pembelajaran mendalam menjadi pendekatan yang mendorong peserta didik untuk terlibat secara aktif melalui melalui pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam pada pembelajaran matematika di SMP. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan melibatkan 4 guru matematika di SMP Negeri 1 Srumbung dan SMP Negeri 1 Muntilan yang dipilih secara purposive. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan model analisis Miles dan Huberman yang terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran mendalam dilakukan melalui pembelajaran berkesadaran dengan penyampaian tujuan pembelajaran dan apersepsi, pembelajaran bermakna melalui penggunaan konteks kehidupan nyata yang didukung pembelajaran bersifat kolaboratif, pembelajaran menggembirakan melalui ice breaking dan permainan edukatif yang diperkuat dengan pemanfaatan teknologi digital, serta upaya guru mengatasi hambatan melalui pelatihan, open class, dan penyesuaian penggunaan teknologi sesuai kondisi sekolah. Meskipun terdapat kendala berupa kesiapan guru, partisipasi peserta didik, dan keterbatasan sarana, kedua sekolah mampu menerapkan pembelajaran mendalam dengan strategi yang berbeda sesuai karakteristik dan sumber daya yang dimiliki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran mendalam memiliki sifat fleksibel dan dapat menjadi pedoman bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran matematika yang lebih bermakna, aktif, serta berpusat pada peserta didik. Penelitian selanjutnya dapat mengkaji penerapan pembelajaran mendalam dengan melibatkan lebih banyak guru untuk memperoleh gambaran strategi pembelajaran yang lebih beragam.
Copyrights © 2026