Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan fondasi vital bagi perekonomian nasional. Dengan adanya percepatan disrupsi teknologi dan pergeseran menuju Industri 5.0, UMKM dituntut untuk memiliki daya inovasi dan kemampuan adaptif yang tinggi. Studi literatur ini bertujuan menganalisis secara sistematis bagaimana peran transformasi digital, inovasi, dan kapasitas adaptif UMKM saling bersinergi dalam menghadapi era Industri 5.0, yang menekankan kolaborasi erat antara manusia dan teknologi. Menggunakan tinjauan komprehensif dari publikasi ilmiah dan jurnal terkini (periode 2024–2025), hasil kajian menunjukkan adanya pergeseran fokus. Jika Industri 4.0 menitikberatkan pada otomatisasi, Industri 5.0 mengedepankan sentrisitas manusia-robot (human-robot centricity). Perubahan ini menuntut UMKM untuk tidak hanya mengadopsi perangkat digital, tetapi juga memprioritaskan keberlanjutan, personalisasi, dan kolaborasi. UMKM yang berhasil beradaptasi memanfaatkan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) dapat mempercepat inovasi produk dan meningkatkan efisiensi operasional usahanya sambil mempertahankan keunggulan human-centric (sentrisitas manusia) sebagai pembeda utama dalam pasar global. Disimpulkan bahwa transformasi digital yang sukses, didukung oleh penguatan sumber daya manusia dan kebijakan yang suportif, merupakan prasyarat mutlak untuk menciptakan daya saing UMKM yang tangguh dan berkelanjutan di masa depan.
Copyrights © 2026