Penelitian ini mengkritik krisis identitas manajemen pendidikan Islam akibat adopsi instrumen Barat yang tidak kritis dan manipulasi jargon teologis yang menutupi inefisiensi birokrasi. Melalui pendekatan hermeneutika, kajian ini menawarkan paradigma "Tekno-Teologi Akuntabel" (Birokrasi Hisbah-Meritokratik) yang mengintegrasikan infrastruktur rasional sekuler seperti KPI dan Big Data sebagai perangkat keras yang dioperasikan melalui sistem nilai tauhid. Paradigma ini menegaskan bahwa spiritualitas administratif tidak boleh lagi sekadar bersembunyi di balik retorika keikhlasan, melainkan harus dibuktikan melalui audit manajerial yang presisi dan akuntabel, sehingga institusi pendidikan Islam dapat bertransformasi menjadi lembaga profesional yang berdaya saing tanpa kehilangan jati diri spiritualnya.
Copyrights © 2026