Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas menonton YouTube terhadap kemampuan berbahasa anak usia 4-5 tahun. Perkembangan teknologi digital yang pesat menyebabkan anak usia dini semakin mudah mengakses platform video seperti YouTube. Hal ini menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai dampak konsumsi konten digital terhadap perkembangan bahasa anak pada masa golden age. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 60 anak usia 4-5 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari 3 Taman Kanak-Kanak di Kota DURI. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi kemampuan berbahasa yang telah divalidasi dan kuesioner intensitas menonton YouTube yang diisi oleh orang tua. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara intensitas menonton YouTube terhadap kemampuan berbahasa anak (r = 0,612; p < 0,05), dengan koefisien determinasi R² = 0,375 yang berarti YouTube berkontribusi sebesar 37,5% terhadap kemampuan berbahasa anak usia 4-5 tahun. Temuan ini mengindikasikan bahwa konten YouTube yang tepat dan terstruktur dapat menjadi media stimulasi bahasa yang efektif bagi anak usia dini, namun perlu pengawasan dan pendampingan orang tua secara aktif
Copyrights © 2026