Penurunan tingkat kehadiran dan keterlibatan pasif anggota menjadi permasalahan utama yang menghambat kinerja pada organisasi kepemudaan keagamaan di Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan spiritual dan kecerdasan emosional terhadap kinerja organisasi, dengan dukungan organisasi sebagai variabel perantara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif kausalitas dengan melibatkan seratus tiga puluh pengurus aktif yang dipilih melalui teknik pengambilan sampel bertujuan. Analisis data dilakukan menggunakan metode pemodelan persamaan struktural. Hasil penelitian aktual menunjukkan bahwa kepemimpinan spiritual memberikan pengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap kinerja organisasi, tanpa bisa dimediasi oleh dukungan organisasi. Sebaliknya, kecerdasan emosional tidak memiliki pengaruh langsung terhadap kinerja, melainkan dimediasi secara penuh oleh dukungan organisasi. Sebagai simpulan, kinerja organisasi kepemudaan keagamaan dapat dioptimalkan melalui penerapan gaya kepemimpinan spiritual secara langsung, serta peningkatan kecerdasan emosional pengurus yang secara efektif mampu memperkuat sistem dukungan organisasi.
Copyrights © 2026