Pengelolaan pertandingan Petanque pada tingkat daerah memerlukan sistem yang terstandar, administrasi yang akurat, sumber daya manusia yang kompeten, serta dukungan teknologi digital. Berdasarkan analisis kondisi mitra, Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kabupaten Sragen menghadapi beberapa kendala berupa belum seragamnya sistem pertandingan, administrasi yang masih manual, keterbatasan kapasitas panitia dan operator, belum optimalnya pemanfaatan teknologi informasi, serta rendahnya pemahaman sebagian atlet terhadap aturan pertandingan resmi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas manajemen pertandingan, kompetensi panitia, wasit dan operator, penerapan administrasi digital, serta literasi atlet terhadap aturan pertandingan dan sportivitas. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Learning (PAL) melalui lima tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Produk yang dikembangkan meliputi pedoman sistem pertandingan, SOP penyelenggaraan, modul pelatihan, template drawing, jadwal pertandingan, rekap skor, klasemen, dan laporan hasil pertandingan berbasis digital. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa mitra berpartisipasi aktif dalam koordinasi, sosialisasi, pelatihan, penyusunan pedoman, dan praktik penggunaan administrasi digital. Secara kualitatif, terjadi peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra serta meningkatnya ketertiban administrasi dan efisiensi pengelolaan pertandingan. Temuan ini memperkuat bukti bahwa digitalisasi dan peningkatan kapasitas SDM dapat menjadi strategi praktis untuk meningkatkan profesionalisme tata kelola olahraga berbasis komunitas. Program juga memiliki peluang keberlanjutan melalui pembentukan tim teknis lokal dan penggunaan sistem administrasi digital pada kejuaraan berikutnya.
Copyrights © 2026