Latar Belakang: Perilaku perawatan diri (self-care) pada lansia penderita hipertensi masih tergolong rendah, terutama pada kelompok yang tinggal di panti sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan konstruk Health Belief Model (HBM) dengan perilaku self-care pada lansia hipertensi di Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia (RPSLU) Pucang Gading Semarang. Metode: Penelitian kuantitatif observasional analitik dengan desain cross-sectional melibatkan 32 responden yang dipilih melalui purposive sampling dari populasi 47 lansia hipertensi. Variabel independen adalah konstruk HBM (persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, efikasi diri, dan isyarat untuk bertindak), sedangkan variabel dependen adalah perilaku self-care pada lansia hipertensi. Data dikumpulkan menggunakan H-SCALE dan kuesioner kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square (α=0,05). Hasil: Sebanyak 62,5% responden memiliki perilaku self-care yang rendah. Seluruh enam konstruk HBM berhubungan secara signifikan dengan self-care: persepsi kerentanan (p=0,002; PR=3,11), persepsi keseriusan (p=0,003; PR=2,64), persepsi manfaat (p=0,006; PR=2,38), persepsi hambatan (p=0,011; PR=2,33), efikasi diri (p=0,001; PR=3,0), dan isyarat untuk bertindak (p=0,001; PR=3,87). Kesimpulan: Seluruh konstruk HBM berhubungan signifikan dengan perilaku self-care pada lansia hipertensi. Temuan ini mendukung pengembangan intervensi berbasis HBM yang mencakup edukasi kesehatan, penguatan efikasi diri, dan pemberian stimulus perilaku sehat yang berkelanjutan di panti wreda untuk meningkatkan self-care pada lansia hipertensi di lingkungan panti sosial.
Copyrights © 2026