Pengelolaan kelapa sawit pada lahan gambut memerlukan perhatian khusus karena karakteristik biofisik tanah yang memiliki kadar air tinggi, tingkat keasaman relatif tinggi, serta ketersediaan unsur hara yang terbatas. Kondisi tersebut menuntut praktik budidaya yang tepat dan kemampuan pengelolaan yang baik dari petani. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran umur dan tingkat pendidikan petani dalam pengelolaan usahatani kelapa sawit pada lahan gambut di Desa Entabuk, Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan melalui metode sensus terhadap 72 petani swadaya. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur, wawancara langsung, dan data sekunder, kemudian dianalisis dalam bentuk tabel, persentase, dan nilai rata-rata untuk menggambarkan kondisi penelitian secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani didominasi kelompok umur produktif (31–40 tahun) dengan tingkat pendidikan SMA. Kelompok ini menerapkan pengelolaan drainase dan penggunaan input yang lebih intensif serta mencapai produktivitas lebih tinggi dibandingkan petani usia lanjut dan berpendidikan rendah. Namun, penggunaan input masih berada di bawah rekomendasi teknis akibat keterbatasan modal. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan teknis pengelolaan lahan gambut dan dukungan akses permodalan agar penggunaan input dapat optimal dan produktivitas meningkat.
Copyrights © 2026