Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika emosi dan suasana hati (mood) pendidik serta dampaknya terhadap semangat belajar siswa di sekolah, sekaligus mengidentifikasi faktor pemicu dan strategi regulasi afektif yang diterapkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap praktisi pendidik dan analisis literatur terkait perilaku organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa refleksi kondisi psikologis harian pendidik sangat mempengaruhi kinerja mengajar dan kenyamanan transfer pengetahuan di kelas. Faktor kelelahan fisik akibat beban aktivitas yang tinggi dan kurang tidur menjadi pemicu utama penurunan stabilitas mood. Melalui proses penularan emosional (emotional contagion), energi lesu dari pendidik terbukti langsung menurunkan gairah belajar siswa, sedangkan energi emosional yang positif mampu membangkitkan antusiasme kelas. Kesimpulannya, kemampuan mengelola emosi merupakan kompetensi profesional yang krusial untuk mempertahankan iklim kelas yang menyenangkan. Beberapa strategi seperti menutup urusan pribadi, pembiasaan budaya ramah di awal sesi, pelaksanaan jeda kreatif (ice-breaking), serta penilaian ulang secara kognitif terbukti efektif menjaga profesionalisme pendidik dan menjaga kondusivitas suasana pembelajaran hingga akhir jam pelajaran.
Copyrights © 2026