Peningkatan kebutuhan energi akibat pertumbuhan penduduk dan perkembangan teknologi memerlukan pengembangan sumber energi alternatif berkelanjutan seperti biopelet. Penelitian ini bertujuan mengembangkan teknologi biopelet dari limbah kulit kopi dan ampas kopi melalui optimalisasi jenis dan persentase perekat. Metodologi penelitian terdiri dari tiga fase utama: preparasi bahan, modifikasi pencampuran perekat dan sintesis biopelet. Hasil terbaik diperoleh dari penelitian ini adalah pada rasio persen berat bahan baku kulit kopi dan ampas kopi 0 : 100 dengan berat perekat 10% dihasilkan kadar air sebesar 7,09%, kadar abu sebesar 0,79%, kadar karbon terikat sebesar 31,423% dan untuk kadar zat menguap sebesar 67,79%. Pada pengujian nilai kalor tertinggi diperoleh pada rasio persen berat bahan baku kulit kopi : ampas kopi 100:0 dengan berat perekat 10% sebesar 5802,39 kal/g. Nilai kerapatan terbaik diperoleh pada rasio persen berat bahan baku kulit kopi : ampas kopi 0 : 100 dengan berat perekat 10% sebesar 1,2 gr/cm3. Berdasarkan penelitian ini bahwa biopelet dengan berbahan baku ampas kopi dan sekam kopi dapat dijadikan bahan bakar alternatif. Hal tersebut sudah memenuhi standar SNI 8021:2014.
Copyrights © 2026