Rizka Mulyawan
Program Studi Teknik Kimia Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) Menggunakan Metode Fermentasi Dengan Perbandingan Jenis Ragi Roti dan Ragi Tempe Amanda Lubis; Rizka Mulyawan; Azhari Azhari; Lukman Hakim; Nasrul ZA
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 5 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Oktober 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i5.11872

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) diperoleh dari buah kelapa tanpa proses pemanasan dengan suhu tinggi dan tanpa penambahan bahan kimia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dari perbandingan ragi roti dan ragi tempe dengan lama fermentasi dan jumlah ragi yang digunakan terhadap mutu VCO berupa rendemen, kadar air, asam lemak bebas, kejernihan, penerimaan aroma dan warna dari VCO. Penambahan ragi roti dan ragi tempe sebanyak 0,5, 1, 1,5, dan 2 gr dengan lama fermentasi 24, 30, dan 36 jamRendemen VCO terbaik dengan penambahan ragi roti pada perlakuan 1,5 gr selama 36 jam sebesar 15,33 % dan ragi tempe pada perlakuan 2 gr selama 36 jam sebesar 30,66 %. Penelitian Virgin Coconut Oil (VCO) ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, penelitian yang belum dilakukan yaitu mengkaji perbandingan jenis ragi roti dan tempe dengan metode fermentasi terhadap minyak kelapa virgin. Kadar Air VCO terbaik dengan penambahan ragi roti pada perlakuan 2 gr selama 30 jam sebesar 0 % dan ragi tempe pada perlakuan 2 gr selama 24 jam sebesar 0,01 %. Kadar Asam Lemak Bebas terbaik dengan penambahan ragi roti pada perlakuan 0,5 gr selama 24 jam sebesar 0,06 % dan ragi tempe pada perlakuan 0,5 gr selama 30 jam sebesar 0,02 %. Uji Organoleptik yang dihasilkan tidak berwarna atau bening, aroma khas kelapa dan jernih. Minyak VCO yang dihasilkan dengan metode fermentasi menggunakan ragi roti dan ragi tempe sudah memenuhi standart SNI 7381:2008.Kata Kunci : Fermentasi, Kelapa, Ragi, Saccharomyces Cerevisiae, Virgin Coconut                       Oil (VCO).
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT DAN AMPAS KOPI MENJADI BIOPELET SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF Riahni Dima Annisa Sinaga; Rizka Mulyawan; Rizka Nurlaila; Zainuddin Ginting; Wiza Ulfa Fibarzi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 4 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)- August 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i4.20800

Abstract

Peningkatan kebutuhan energi akibat pertumbuhan penduduk dan perkembangan teknologi memerlukan pengembangan sumber energi alternatif berkelanjutan seperti biopelet. Penelitian ini bertujuan mengembangkan teknologi biopelet dari limbah kulit kopi dan ampas kopi melalui optimalisasi jenis dan persentase perekat. Metodologi penelitian terdiri dari tiga fase utama: preparasi bahan, modifikasi pencampuran perekat dan sintesis biopelet. Hasil terbaik diperoleh dari penelitian ini adalah pada rasio persen berat bahan baku kulit kopi dan ampas kopi 0 : 100 dengan berat perekat 10% dihasilkan kadar air sebesar 7,09%, kadar abu sebesar 0,79%, kadar karbon terikat sebesar 31,423% dan untuk kadar zat menguap sebesar 67,79%. Pada pengujian nilai kalor tertinggi diperoleh pada rasio persen berat bahan baku kulit kopi : ampas kopi 100:0 dengan berat perekat 10% sebesar 5802,39 kal/g. Nilai kerapatan terbaik diperoleh pada rasio persen berat bahan baku kulit kopi : ampas kopi 0 : 100  dengan berat perekat 10% sebesar 1,2 gr/cm3. Berdasarkan penelitian ini bahwa biopelet dengan berbahan baku ampas kopi dan sekam kopi dapat dijadikan bahan bakar alternatif. Hal tersebut sudah memenuhi standar SNI 8021:2014.