Kelengkapan dokumen rekam medis merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang kelancaran proses klaim INA-CBG's bagi pasien BPJS rawat inap. Dokumen rekam medis yang tidak lengkap dapat menyebabkan keterlambatan proses verifikasi dan mengakibatkan terjadinya pending klaim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelengkapan dokumen rekam medis pasien BPJS rawat inap guna menunjang klaim di Semen Padang Hospital. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 97 berkas rekam medis pasien BPJS rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan dokumen rekam medis pada resume medis mencapai 99,28%, Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi (CPPT) mencapai 98,92%, Surat Eligibilitas Peserta (SEP) mencapai 100%, laporan operasi mencapai 99,52%, dan laporan penunjang mencapai 99,76%. Berdasarkan tinjauan kelengkapan dokumen rekam medis dalam menunjang klaim INA-CBG's, diperoleh bahwa klaim yang berjalan lancar sebanyak 81 berkas (83,5%), sedangkan klaim yang mengalami pending sebanyak 16 berkas (16,5%). Ketidaklengkapan dokumen terutama ditemukan pada bagian asuhan keperawatan, nama dan tanda tangan dokter, serta tanggal pengisian dokumen. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengawasan dan ketelitian dalam pengisian dokumen rekam medis guna mendukung kelancaran proses klaim serta meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit.
Copyrights © 2026