Sampah organik merupakan komponen terbesar timbulan sampah perkotaan yang memerlukan pengelolaan berkelanjutan melalui penerapan konsep ekonomi sirkular. Social Enterprise Garda Pangan Kota Surabaya menghadapi kendala dalam pengolahan residu organik yang belum termanfaatkan secara optimal serta pencatatan operasional yang masih dilakukan secara manual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas mitra melalui implementasi teknologi tepat guna dan sistem digital dalam pengelolaan sampah organik. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang meliputi identifikasi permasalahan, sosialisasi, pelatihan dan implementasi teknologi tepat guna, implementasi sistem digital, serta pendampingan dan evaluasi. Teknologi yang diterapkan berupa mesin giling sampah organik, blower aerasi kompos, serta sistem pelaporan digital berbasis Telegram Bot yang terintegrasi dengan dashboard web. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 90% peserta mampu mengoperasikan mesin secara mandiri, 95% peserta mampu menggunakan sistem pelaporan digital, dan tingkat kepuasan peserta mencapai rata-rata 4,76 dari skala 5. Implementasi teknologi dan sistem digital meningkatkan efektivitas pengolahan residu organik, dokumentasi, serta monitoring operasional. Program ini berhasil memperkuat kapasitas Garda Pangan dalam mendukung pengelolaan sampah organik berbasis ekonomi sirkular secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026