Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi khataman Al-Qur'an dalam shalat Tarawih di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Mojokerto, sebagai sebuah sistem teknologi pembelajaran dan wahana experiential learning. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini menggali data dari wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini telah bertransformasi menjadi tiga klaster instruksional yang terstruktur: khataman jamaah putra yang diasuh oleh Kiai dan ustadz, khataman jamaah putri yang dipimpin oleh Bu Nyai dan para Ning, serta khataman di aula yang dipimpin langsung oleh santri kelas 12. Tradisi ini berfungsi sebagai rehearsal technology yang efektif dalam konsolidasi memori hafalan melalui tekanan psikologis positif saat menjadi imam. Lebih jauh, siklus Experiential Learning David Kolb terjadi secara natural di mana santri mengalami transformasi pengalaman konkret menjadi internalisasi nilai. Studi ini mengisi kesenjangan literatur dengan menawarkan perspektif baru bahwa tradisi pesantren bukanlah ritual yang statis, melainkan sistem pedagogis yang adaptif.
Copyrights © 2026