Dukungan logistik merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan operasi militer. Pelaksanaan operasi satuan tugas (Satgas) TNI Angkatan Darat di wilayah Papua menghadapi berbagai tantangan, antara lain kondisi geografis yang sulit, keterbatasan infrastruktur transportasi, ketergantungan pada moda angkutan udara, serta belum optimalnya integrasi sistem informasi logistik. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kesiapan bekal awal logistik dan efektivitas pelaksanaan operasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan implementasi Integrated Logistic Support (ILS), mengkaji penerapannya oleh Staf Logistik Angkatan Darat, serta merumuskan solusi strategis dalam mendukung bekal awal logistik satuan tugas operasi di wilayah Papua. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan telaah berbagai kebijakan yang berkaitan dengan sistem logistik TNI Angkatan Darat. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi ILS masih menghadapi kendala berupa keterbatasan akses distribusi, belum terintegrasinya sistem informasi logistik secara menyeluruh, keterbatasan sumber daya manusia logistik, serta belum optimalnya koordinasi lintas instansi. Namun demikian, penerapan ILS telah berkontribusi dalam meningkatkan perencanaan kebutuhan, pengendalian distribusi, pemeliharaan materiil, dan kesiapan operasional satuan tugas. Solusi strategis yang diperlukan meliputi penguatan sistem informasi logistik digital, peningkatan kompetensi personel logistik, optimalisasi jaringan distribusi, serta penguatan sinergi antarinstansi. Implementasi ILS yang optimal diyakini dapat meningkatkan efektivitas dukungan logistik dan kesiapan operasional Satgas di Papua.
Copyrights © 2026