Perkebunan kelapa sawit strategis bagi perekonomian Indonesia, namun petani swadaya kerapterkendala mengakses bibit unggul. Unit Usaha Nursery Program Studi Agribisnis Institut Teknologidan Bisnis Indragiri (ITBIN) hadir sebagai teaching factory untuk memproduksi bibit berkualitassekaligus mendukung hilirisasi riset. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studikelayakan investasi ini bertujuan menganalisis kelayakan finansial dan sensitivitas unit usaha tersebutguna menjamin keberlanjutan operasional. Data primer dikumpulkan melalui wawancara terstrukturdan observasi di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau (MeiāJuli 2025). Analisis kuantitatif menggunakanproyeksi arus kas lima tahun dengan discount rate 13% serta indikator Net Present Value (NPV),Internal Rate of Return (IRR), Benefit-Cost Ratio (BCR), dan Payback Period (Pb). Analisis sensitivitasmenguji skenario kenaikan harga pupuk 10% dan penurunan harga jual bibit 15%. Hasil kondisi normalmenunjukkan bisnis sangat layak dijalankan dengan NPV Rp309.540.902, IRR 117%, BCR 1,28, danPb 0,82 tahun. Pada uji sensitivitas di bawah tekanan ganda, usaha ini terbukti tetap tangguh denganNPV positif Rp92.650.837, BCR 1,08, IRR 47,7%, dan Pb 1,67 tahun. Secara keseluruhan, Unit UsahaNursery ITBIN memiliki ketahanan finansial yang kuat terhadap risiko pasar dan sangat prospektifsebagai generator pendapatan institusi
Copyrights © 2026