Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) terhadap hasil belajar siswa pada materi laju reaksi. Materi laju reaksi merupakan materi kimia yang bersifat abstrak sehingga peserta didik sering mengalami kesulitan dalam memahami konsep, menganalisis, serta melakukan perhitungan matematis. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas XI SMA Negeri 74 Jakarta Tahun Ajaran 2025/2026. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu kelas XI-B sebagai kelas eksperimen dan XI-C sebagai kelas kontrol, yang masing-masing berjumlah 34 peserta didik. Instrumen penelitian berupa 20 soal pilihan ganda yang telah memenuhi kriteria valid dan reliabel. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Hasil pretest menunjukkan bahwa kemampuan awal kedua kelas tidak berbeda secara signifikan (0,86 > 0,05). Karena data posttest tidak berdistribusi normal, pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji Mann Whitney dan diperoleh nilai signifikansi 0,00 < 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata posttest kelas eksperimen (83,53) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (72,21). Dengan demikian, pembelajaran berbasis STEM berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa pada materi laju reaksi.
Copyrights © 2026