Ketatnya standar keamanan pangan global dalam rezim WTO/SPS sering kali menjadi hambatan teknis bagi eksportir pangan Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran standar privat (HACCP, ISO 22000, FSSC 22000, BRCGS) sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan daya saing ekspor dan mengintegrasikannya dengan prinsip etika Halalan Thayyiban. Kajian ini menggunakan pendekatan literature review dan telaah regulasi deskriptif-kualitatif terhadap artikel ilmiah bereputasi serta dokumen standar internasional dalam rentang waktu 5–10 tahun terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa sertifikasi standar privat berfungsi sebagai "paspor" akses pasar yang meningkatkan nilai ekspor dan kinerja operasional perusahaan secara signifikan melalui penguatan sistem manajemen risiko. Namun, implementasinya masih terkendala oleh biaya tinggi, kerumitan dokumentasi, dan ketidaksiapan sistem ketertelusuran pada level UMKM. Standar privat tidak boleh dipandang sekadar sebagai beban kepatuhan, melainkan sebagai manifestasi nilai thayyib yang menjamin kemaslahatan publik dan integritas rantai pasok global. Rekomendasi strategis mencakup dukungan pembiayaan sertifikasi dan penguatan infrastruktur digital untuk ketertelusuran yang terintegrasi dengan nilai-nilai ketauhidan.
Copyrights © 2026