Kesenjangan antara indeks literasi keuangan konvensional dan literasi keuangan syariah di Indonesia masih menjadi persoalan struktural yang menuntut peran aktif perbankan syariah, khususnya dalam menjangkau generasi milenial sebagai kelompok usia produktif yang akrab dengan teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Jeneponto dalam meningkatkan literasi keuangan syariah di kalangan generasi milenial, strategi yang dapat dilakukan, serta tantangan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap delapan informan yang terdiri atas pimpinan cabang, pegawai marketing, dan generasi milenial nasabah BSI, dengan analisis data melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BSI Cabang Jeneponto berperan meningkatkan literasi keuangan syariah melalui penyediaan akses keuangan yang adil bebas riba, edukasi dan sosialisasi berbasis digital, serta inklusi melalui produk berorientasi milenial. Strategi yang ditempuh mencakup pendekatan digital melalui BSI Mobile, program edukasi langsung, pemanfaatan Agen BSI, dan penyediaan produk spesifik milenial, namun masih dihadapkan pada tantangan rendahnya pemahaman dasar masyarakat mengenai akad-akad syariah serta keterbatasan akses teknologi dan jaringan digital di wilayah pedesaan Jeneponto. Temuan ini sejalan dengan data nasional yang menunjukkan indeks literasi keuangan syariah Indonesia baru mencapai 43,42 persen, jauh tertinggal dibandingkan indeks literasi keuangan umum sebesar 66,46 persen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran BSI Cabang Jeneponto telah cukup strategis pada level penyediaan akses dan produk, namun keberhasilan jangka panjang literasi keuangan syariah sangat bergantung pada intensitas edukasi berkelanjutan yang menjangkau kesenjangan literasi digital di wilayah pedesaan.
Copyrights © 2026