Isu utama yang melatarbelakangi pengabdian ini adalah rendahnya keterampilan komunikasi interpersonal mahasiswa di era pasca-pandemi, yang berdampak pada interaksi akademik dan sosial. Penelitian pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi efektivitas bimbingan kelompok berbasis filosofi kolaborasi pengrajin Phinisi dalam meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal mahasiswa di STKIP Andi Matappa. Pendekatan pengabdian yang digunakan adalah Mix-Methods Research dengan strategi Sequential Explanatory, di mana tahap kuantitatif menggunakan desain One-Group Pre-Post Test yang dilanjutkan dengan observasi partisipatif kualitatif. Subyek pengabdian terdiri dari 57 mahasiswa yang dipilih secara purposive dengan kriteria memiliki skor komunikasi rendah. Intervensi dilakukan dalam 8 sesi bimbingan kelompok, di mana setiap tahap bimbingan diintegrasikan dengan nilai-nilai filosofi kolaborasi pembuatan Phinisi (persiapan, pembentukan kerangka, perakitan, dan peluncuran). Data kuantitatif dikumpulkan menggunakan Skala Komunikasi Interpersonal dan dianalisis menggunakan Paired Sample T-test. Data kualitatif bersumber dari FGD dan catatan observasi yang dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada total skor komunikasi interpersonal mahasiswa (p < 0.05) dengan lima dimensi komunikasi interpersonal mengalami kenaikan rata-rata sebesar 38.6%. Analisis kualitatif mengungkap bahwa integrasi filosofi Phinisi mempercepat kohesivitas kelompok dan menumbuhkan kesadaran diri tentang pentingnya trust dan pembagian peran dalam komunikasi. Bimbingan kelompok berbasis kearifan lokal ini terbukti efektif dan relevan dalam meningkatkan keterampilan interpersonal mahasiswa.
Copyrights © 2026