Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Bimbingan Kelompok Berbasis Filosofi Kolaborasi Pengrajin Phinisi untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Mawaddatul Maykam; Nur Asriyanti Jabir; Hadryanti; Ramli Ely; Wahyu Nurhamzah; A. Muh. Ramadhan AS.
Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan Vol. 2 No. 2 (2026): Issue in Progess
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/tmdcad78

Abstract

Isu utama yang melatarbelakangi pengabdian ini adalah rendahnya keterampilan komunikasi interpersonal mahasiswa di era pasca-pandemi, yang berdampak pada interaksi akademik dan sosial. Penelitian pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi efektivitas bimbingan kelompok berbasis filosofi kolaborasi pengrajin Phinisi dalam meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal mahasiswa di STKIP Andi Matappa. Pendekatan pengabdian yang digunakan adalah Mix-Methods Research dengan strategi Sequential Explanatory, di mana tahap kuantitatif menggunakan desain One-Group Pre-Post Test yang dilanjutkan dengan observasi partisipatif kualitatif. Subyek pengabdian terdiri dari 57 mahasiswa yang dipilih secara purposive dengan kriteria memiliki skor komunikasi rendah. Intervensi dilakukan dalam 8 sesi bimbingan kelompok, di mana setiap tahap bimbingan diintegrasikan dengan nilai-nilai filosofi kolaborasi pembuatan Phinisi (persiapan, pembentukan kerangka, perakitan, dan peluncuran). Data kuantitatif dikumpulkan menggunakan Skala Komunikasi Interpersonal dan dianalisis menggunakan Paired Sample T-test. Data kualitatif bersumber dari FGD dan catatan observasi yang dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada total skor komunikasi interpersonal mahasiswa (p < 0.05) dengan lima dimensi komunikasi interpersonal mengalami kenaikan rata-rata sebesar 38.6%. Analisis kualitatif mengungkap bahwa integrasi filosofi Phinisi mempercepat kohesivitas kelompok dan menumbuhkan kesadaran diri tentang pentingnya trust dan pembagian peran dalam komunikasi. Bimbingan kelompok berbasis kearifan lokal ini terbukti efektif dan relevan dalam meningkatkan keterampilan interpersonal mahasiswa.
Pelatihan Keterampilan Eksplorasi Karir Bagi Mahasiswa Stkip Andi Matappa Nur Asriyanti Jabir; A.Muh Ramadhan AS; A. Aztri Fithrayani Alam; Mawaddatul Maykam
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Volume 8, No 1, Desember 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/b196fp94

Abstract

Mahasiswa menghadapi tuntutan untuk memahami potensi diri, mengenali peluang kerja, dan menyusun keputusan karir sebelum memasuki dunia profesional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan keterampilan eksplorasi karir mahasiswa STKIP Andi Matappa melalui penguatan pemahaman diri, penelusuran informasi, pemetaan alternatif, dan penyusunan rencana karir. Kegiatan melibatkan 30 mahasiswa dengan pendekatan penelitian tindakan partisipatif yang mencakup identifikasi kebutuhan, perencanaan tindakan, pelatihan, pendampingan, evaluasi, dan refleksi. Pelatihan dilaksanakan melalui orientasi dan tes awal, materi eksplorasi diri dan lingkungan, latihan pencarian informasi, studi kasus, simulasi pengambilan keputusan, penyusunan peta pilihan, rencana karir individual, serta tes akhir. Data evaluasi yang tercantum dalam laporan menunjukkan kenaikan rerata nilai dari 68,40 menjadi 85,20 atau sebesar 16,80 poin. Perhitungan peningkatan ternormalisasi menghasilkan nilai 0,53 dalam kategori sedang. Peserta juga menghasilkan profil eksplorasi diri, peta pilihan karir, dan rencana tindak lanjut individual. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan yang memadukan informasi, refleksi, praktik, dan umpan balik dapat memberikan penguatan awal terhadap kemampuan mahasiswa dalam menghubungkan karakteristik diri dengan alternatif pendidikan dan pekerjaan. Keberlanjutan manfaat memerlukan pendampingan berkala, pemutakhiran informasi karir, dan penguatan layanan karir di lingkungan perguruan tinggi.