Tukad Ayung merupakan salah satu sungai terpanjang di Pulau Bali dengan luas DAS 302,913 km2 serta panjang sungai utama mencapai 71,3 km. Tukad Ayung bermuara di Desa Adat Kesiman Denpasar Timur. Muara Tukad Ayung kerap berubah seiring sedimentasi dan erosi pantai yang terjadi. Perubahan bentuk Muara Tukad Ayung kembali terjadi saat kejadian banjir akhir Tahun 2025 di Kota Denpasar. Tingginya curah hujan, alih fungsi lahan, limpasan permukaan serta tinggi gelombang pasang memberikan kontribusi pada kejadian banjir majemuk. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan perspektif perencanan terhadap bangunan pengendali banjir di daerah muara sungai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif–analitik melalui analisis hidrologi, hidrolika dan analisis gelombang. Penelitian ini akan memadukan elevasi rencana berdasarkan analisis hidrolika dengan analisis gelombang untuk mendapatkan elevasi yang aman di bangunan pengaman pantai serta dinding penahan tanah di wilayah muara Tukad Ayung. Data pengamatan kecepatan dan arah angin BMKG Ngurah Rai periode 1990-2024 dipakai dalam analisis gelombang. Data debit rancangan dan topografi digunakan dalam analisis hidraulik. Data penyelidikan tanah digunakan sebagai acuan kedalaman tanah keras. Berdasarkan hasil analisis gelombang pada kala ulang 25 Tahun, diperoleh panjang gelombang pada 82.898 m, elevasi muka air rencana 2,961 m elevasi puncak bangunan pengaman pantai pada 4,325 m dan elevasi aman 4.8 m. Hasil analisis hidraulik pada bangunan dinding penahan tanah dengan debit rencana Q50th 700,51 m3/detik dan kontrol dengan debit Q100th 780.91 m3/detik memperoleh elevasi aman 5 m.
Copyrights © 2026