Pengelolaan limbah sekam padi yang belum optimal menjadi permasalahan pada usaha penggilingan padi, termasuk di PB Gemilang Temu Rejeki, Kabupaten Malang, di mana limbah sekam belum dimanfaatkan secara maksimal dan belum memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mengolah sekam menjadi rice husk pellet sebagai bahan bakar biomassa yang didukung dengan pengembangan desain kemasan untuk meningkatkan nilai produk. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mitra terkait pemanfaatan desain kemasan dalam meningkatkan nilai tambah produk berbasis limbah sekam. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan pre-test, pelatihan, pendampingan perancangan desain kemasan, serta post-test. Evaluasi dilakukan menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan tingkat pemahaman sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh indikator pemahaman mitra dengan nilai signifikansi sebesar 0,004 (<0,05). Selain itu, kegiatan ini menghasilkan desain kemasan rice husk pellet berbentuk standing pouch yang informatif, fungsional, dan memiliki daya tarik visual. Implementasi desain kemasan tersebut mampu meningkatkan persepsi kualitas produk dan nilai tambah limbah sekam. Dengan demikian, program ini berimplikasi pada peningkatan kapasitas mitra serta mendukung penerapan konsep circular economy melalui pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi yang lebih tinggi.
Copyrights © 2026