Employee engagement merupakan aspek penting bagi organisasi sosial kemanusiaan yang efektivitas layanannya bergantung pada responsivitas, koordinasi, dan keterlibatan pegawai secara berkelanjutan. Penelitian ini menganalisis pengaruh transformational leadership, perceived organizational support, organizational trust, dan internal communication terhadap employee engagement pada sebuah organisasi sosial kemanusiaan di Kota XYZ. Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan teknik sensus terhadap seluruh 45 pegawai. Data dikumpulkan melalui kuesioner 50 item dengan skala Likert lima tingkat dan dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics 26 melalui pengujian instrumen, pemeriksaan asumsi regresi, regresi linear berganda, uji signifikansi parsial dan simultan, serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat prediktor berhubungan positif dan signifikan dengan employee engagement. Di antara variabel yang diuji, internal communication memiliki kontribusi terstandar paling kuat, yang menunjukkan pentingnya arus informasi yang jelas, tepat waktu, dan dua arah dalam lingkungan pelayanan yang membutuhkan koordinasi intensif. Model mampu menjelaskan 56,2% variasi employee engagement. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan keterikatan pegawai perlu dilakukan secara terpadu melalui kepemimpinan, dukungan organisasi, kepercayaan, dan komunikasi internal, dengan perhatian khusus pada praktik komunikasi yang menghubungkan pegawai dengan pimpinan, rekan kerja, dan prioritas organisasi secara efektif.
Copyrights © 2026