Blended-learning menjadi transformasi pendidikan di Indonesia. Blended-learning menuntut guru untuk memahami dan mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran. Hal ini berhubungan dengan TPACK, sehingga tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi TPACK calon guru fisika dalam blended-learning pada materi fluida statis. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan deskriptif kuantitatif. Terdapat tiga responden yang mengimplementasikan pembelajaran fluida secara blended-learning di sekolah yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPACK calon guru fisika berada dalam kategori baik (77%) dalam pelaksanaan blended-learning fluida statis. Hasil lain mengungkapkan bahwa diantara tujuh kerangka kerja TPACK, TK menjadi kemampuan calon guru fisika paling tinggi (86%) dibandingkan dengan TPK (71%).
Copyrights © 2026