Pembelajaran bahasa Inggris berbasis komunitas memiliki peran strategis karena menyediakan ruang praktik bahasa yang autentik, dekat dengan kehidupan sehari-hari, sekaligus mendorong penguatan modal sosial, motivasi belajar, dan keterlibatan aktif warga. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan program English for Community di Kampung Inggris Zbond serta mengkaji pengaruhnya terhadap peningkatan keterampilan bahasa Inggris praktis peserta dan pola dukungan komunitas yang terbentuk. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif, melibatkan peserta kursus dan tutor sebagai subjek, serta menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes awal-akhir. Pendekatan ini memungkinkan pemahaman yang utuh mengenai proses pembelajaran dan capaian hasil belajar dalam konteks komunitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang jelas pada keterampilan berbicara dan komunikasi sehari-hari peserta, disertai tumbuhnya keaktifan, keberanian, dan kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, program ini berhasil membangun lingkungan belajar yang kolaboratif dengan memanfaatkan sumber daya lokal dan interaksi sosial antaranggota komunitas. Dengan demikian, pembelajaran bahasa Inggris berbasis komunitas terbukti efektif tidak hanya dalam meningkatkan kompetensi bahasa, tetapi juga dalam memperkuat partisipasi sosial dan pemahaman budaya lokal. Oleh karena itu, pengembangan program serupa perlu dilakukan secara lebih luas melalui perencanaan berbasis kebutuhan, penguatan kemitraan masyarakat, dan dukungan kelembagaan agar berkelanjutan serta dapat direplikasi di wilayah pedesaan lain.
Copyrights © 2026