Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

CELEBRATING WOMANISM THROUGH INTERTEXTUALITY IN SAPPHIRE’S PUSH AND ALICE WALKER’S THE COLOR PURPLE Rahajeng Hauwwa Khissoga
ELLITE Vol 5, No 2 (2020): ELLITE: November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ellite.v5i2.3711

Abstract

The objects of this study are Alice Walker’s The Color Purple and Sapphire’s Push. This study is trying to unveil the interxtuality between the two works of literature above in order to trace back Sapphire’s attempt of celebrating Womanism in Black American women literature through intertextuality. This study focuses on how Alice Walker’s idea of Womanism in The Color Purple influences Sapphire to write a novel with a similar topic of discussion under the umbrella of Womanism. Womanism  is quite essential to the Black American women empowerment. Womanism can be seen as a weapon for the black women to fight back the partriarchal society. Supported by citations and quotations in both novel, this study tries to uncover how similar these novel are when working on the isssue of Womanism undergone by Black American women. Both Sapphire and Walker highlight the value of literacy and/or education for the Black American women as a way out of the repressive and dominating society. They both also concern about Black women supporting other Black women in both of the novels. Living in an unfortunate world where they were placed them at the bottom of social ladder, both of the main characters of the novel need the support from other Black Women in order to survive. The similarity of the theme of the novels and also several mentions of Alice Walker’s work of literature in Push manifested the Sapphire’s celebration of womanism through interxtuality in her novel.
INTEGRASI QR CODE DALAM DIGITALISASI KEANEKARAGAMAN HAYATI DAN LITERASI BAHASA INGGRIS DI SD INTEGRAL LUQMAN AL HAKIM SITUBONDO Muhammad Thoifur Ibnu Fajar; Rahajeng Hauwwa Khissoga; Ahmad Yusuf Firdaus
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 5 No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v5i1.7256

Abstract

Penerapan teknologi digital dalam pendidikan dasar, khususnya untuk pelestarian lingkungan dan pengembangan literasi bahasa Inggris, masih menghadapi berbagai kendala di sekolah-sekolah Indonesia. Di SD Integral Luqman Al Hakim Situbondo, tantangan utama mencakup minimnya dokumentasi keanekaragaman hayati, terbatasnya pemanfaatan media digital yang interaktif, serta pembelajaran bahasa Inggris yang jarang terkait dengan pengalaman nyata siswa. Untuk mengatasi hal ini, program ini mengimplementasikan model pembelajaran digital berbasis konteks yang mengintegrasikan inventarisasi dan dokumentasi keanekaragaman hayati, QR code, serta materi audiovisual berbahasa Inggris. Setiap spesies tanaman di lingkungan sekolah dicatat dan dikaitkan dengan QR code yang menuntun siswa maupun pengunjung ke video edukatif singkat yang diproduksi oleh siswa. Pendekatan ini meningkatkan literasi sains, bahasa, dan digital siswa, sekaligus menumbuhkan kesadaran ekologis. Selain itu, guru memperoleh pengalaman dan keterampilan dalam merancang serta melaksanakan pembelajaran berbasis proyek berbantuan teknologi. Temuan penelitian ini menekankan pentingnya strategi interdisipliner yang memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan pengalaman belajar bermakna sekaligus menanamkan nilai-nilai keberlanjutan pada pendidikan dasar.
English For Community: Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Melalui Pembelajaran Berbasis Komunitas di Kampung Inggris Zbond Desa Olean Situbondo Dwi Taurina Mila Wardhani; Rahajeng Hauwwa Khissoga
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 10 No 1 (2026): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cermin_unars.v10i1.7980

Abstract

Pembelajaran bahasa Inggris berbasis komunitas memiliki peran strategis karena menyediakan ruang praktik bahasa yang autentik, dekat dengan kehidupan sehari-hari, sekaligus mendorong penguatan modal sosial, motivasi belajar, dan keterlibatan aktif warga. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan program English for Community di Kampung Inggris Zbond serta mengkaji pengaruhnya terhadap peningkatan keterampilan bahasa Inggris praktis peserta dan pola dukungan komunitas yang terbentuk. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif, melibatkan peserta kursus dan tutor sebagai subjek, serta menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes awal-akhir. Pendekatan ini memungkinkan pemahaman yang utuh mengenai proses pembelajaran dan capaian hasil belajar dalam konteks komunitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang jelas pada keterampilan berbicara dan komunikasi sehari-hari peserta, disertai tumbuhnya keaktifan, keberanian, dan kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, program ini berhasil membangun lingkungan belajar yang kolaboratif dengan memanfaatkan sumber daya lokal dan interaksi sosial antaranggota komunitas. Dengan demikian, pembelajaran bahasa Inggris berbasis komunitas terbukti efektif tidak hanya dalam meningkatkan kompetensi bahasa, tetapi juga dalam memperkuat partisipasi sosial dan pemahaman budaya lokal. Oleh karena itu, pengembangan program serupa perlu dilakukan secara lebih luas melalui perencanaan berbasis kebutuhan, penguatan kemitraan masyarakat, dan dukungan kelembagaan agar berkelanjutan serta dapat direplikasi di wilayah pedesaan lain.