Mahumbal merupakan salah satu kuliner tradisional masyarakat Dayak Meratus di Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Keunikan Mahumbal terletak pada penggunaan ruas bambu sebagai media memasak yang dipadukan dengan bahan pangan, daun, dan rempah yang tersedia di lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan Mahumbal sebagai kuliner tradisional sekaligus mengkaji nilai budaya, sosial, ekologis, dan potensinya sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif antropologi budaya dan etnografi melalui studi pustaka terhadap buku, jurnal ilmiah, dokumen pemerintah, serta artikel yang berkaitan dengan Dayak Meratus dan kuliner tradisional. Hasil kajian menunjukkan bahwa Mahumbal tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga merepresentasikan pengetahuan lokal mengenai pemilihan bahan, pemanfaatan bambu, penggunaan daun dan rempah, serta teknik pengolahan dengan panas api. Praktik tersebut memperlihatkan hubungan erat antara manusia, pangan, dan lingkungan Pegunungan Meratus. Mahumbal juga memiliki nilai kebersamaan, gotong royong, penghormatan terhadap alam, serta pewarisan pengetahuan antargenerasi. Dalam perkembangannya, Mahumbal mengalami adaptasi dan mulai diperkenalkan melalui kegiatan festival budaya. Oleh karena itu, pelestarian Mahumbal perlu dilakukan melalui dokumentasi, pendidikan budaya, penguatan peran masyarakat, dan pengembangan wisata gastronomi yang tetap menghargai pengetahuan lokal.
Copyrights © 2026