Proses penyembuhan luka terjadi secara normal sebagai efek (reaksi tubuh) terhadap trauma walaupun banyak bahan digunakan untuk membantu meningkatkan penyembuhan luka. Bahan perawatan yang selalu digunakan adalah natrium klorida 0,9 % dan povidine iodine 10 %. Tujuan penelitian ini adalah mencari pengaruh perawatan luka dengan menggunakan natrium klorida 0,9 % dan povidine iodine 10 % terhadap percepatan penyembuhan luka.Penelitian ini menggunakan Quasy-Eksperiment (One Post Test Control Group Design). Populasi adalah semua pasien post operasi appendisitis yang dirawat di Ruang Bedah RSUD Bima.Jumlah sampel sebanyak 20 orang yang diambil secara consecutive sampling. Sampel dibagi dalam 2 kelompok; kelompok pertama 10 orang menggunakan natrium klorida 0,9 % dan kelompok kedua 10 orang menggunakan povidine iodine 10 %. Variabel independen adalah natrium klorida 0,9 % dan povidine iodine 10 % dan variabel dependen adalah penyembuhan luka. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan diolah dengan uji statistik paired t-test dengan tingkat kemaknaan p < 0,05.Hasil uji statistik paired t-test menggunakan natrium klorida 0,9 % dan povidine iodine 10 % dengan nilai p = 0,000 dan p = 0,002. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa perawatan luka dengan menggunakan natrium klorida 0,9 % dan povidine iodine 10 % mengalami penyembuhan luka yang sama. Pada akhirnya natrium klorida 0,9 % dapat digunakan sebagai pilihan bahan untuk perawatan luka post operasi appendisitis dengan tetap memperhatikan prinsip aseptik sebelum, selama dan sesudah operasi serta saat perawatan luka.
Copyrights © 2026