JKM-Bid: Jurnal Kesehatan Masyarakat kebidanan
Ilmu kesehatan masyarakat : administrasi kebijakan kesehatan, administrasi rumah sakit, kesehatan reproduksi, promosi kesehatan, keselamatan kecelakaan kerja, epidemiologi, surveillance dan gizi. Kebidanan : kesehatan Ibu dan Anak, Kesehatan mental ibu dan anak, pelayanan Kebidanan Komplementer, kepemimpinan dan kebijakan pelayanan kebidanan, fungsi dan advokasi profesi Bidan, gangguan reproduksi, kesehatan reproduksi remaja, kesehatan lanjut usia, kesehatan BBL bayi dan Balita dan kebidanan komunitas.
Articles
29 Documents
GAMBARAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETUBAN PECAH DINI PADA IBU BERSALIN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PENANA’E KOTA BIMA TAHUN 2023
Suryati;
Nur islamyati, Nur islamyati
JKM-Bid: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT KEBIDANAN (The Journal of Public Health Midwifery) Vol. 10 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Harapan Bunda Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.71369/m1snbq30
Latar Belakang : Kejadian Ketuban Pecah Dini (KPD) di dunia berkisar dari 5% sampai dari semua kehamilan diseluruh dunia (Tiruye et, al. 2021). World Health Organization (WHO) memperkirakan diseluruh dunia setiap tahunnya lebih dari 585.000 ibu meninggal saat hamil ataubersalin. Salah satu penyebab kematian ibu tersebut adalah infeksi yang dapat disebabkan oleh KPD. Ketuban Pecah Dini merupakan komplikasi kehamilan 10% kehamilan aterm dan 4% kehamilan preterm (WHO, 2019). Tujuan Penelitian : Mengidentifikasi Gambaran Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Ketuban Pecah Dini Pada Ibu Bersalin Di wilayah kerja Puskesmas Penana’e Kota Bima Tahun 2023. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian Kualitatif dengan rancangan penelitian deskriptif, metode penelitian yang berdasarkan pada filsafat post positivisme digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah. Populasi adalah ibu bersalin di puskesmas penana’e Kota Bima periode Januari – Juni Tahun 2023 sebanyak 39 kasus. Pengambilan sampel menggunakan teknik Sampling.Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil penelitian ibu bersalin yang mengalami KPD paling banyak termasuk dalam kategori Usia resiko tinggi (˂ 20 tahun atau ˃ 35 tahun) yaitu sebanyak 23 orang (59,0%). Ibu bersalin yang mengalami KPD paling banyak adalah yang Multipara sebanyak 19 orang (48.7%). Ibu bersalin yang mengalami KPD berdasarkan Pekerjaan adalah IRT sebanyak 24 orang (61.5 %).
HUBUNGAN POLA TIDUR DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-60 BULAN DIKELURAHAN KENDO WILAYAH KERJA PUSKESMAS PENANAE KOTA BIMA TAHUN 2024
Purnama, Yati;
Hikmah, Eti Noviatul
JKM-Bid: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT KEBIDANAN (The Journal of Public Health Midwifery) Vol. 10 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Harapan Bunda Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.71369/cqrsk610
Data dari Puskesmas PenaNae, diantara 11 kelurahan yang menjadi wilayah kerjanya terdapat satu kelurahan dengan angka stunting tertinggi pada bulan Januari-Mei Tahun 2023 yaitu di Kelurahan Kendo dimana balita yang mengalami stunting sebanyak 53 orang atau sebesar 38%. (Puskesmas Penanae, 2023). Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan sampel sebanyak 58 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner, microtoise dan rekam medik balita. Analisis Bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa dari total 58 responden balita, terdapat 24 (41.4 %) balita stunting dan sebagian besar memiliki pola tidur yang baik yaitu sejumlah 14 (38.9 %), sedangkan balita stunting dengan pola tidur buruk sejumlah 10 (45.5 %). Dan berdasarkan hasil analisis pada tabel 4.5 didapatkan bahwa dari total 34 (58.6 %) balita tidak stunting sebagian besar memiliki pola tidur baik yaitu sejumlah 22 (61.1 %), sedangkan balita tidak stunting dengan pola tidur buruk sejumlah 12 (54.5 %). Berdasarkan Hasil uji Chi Square didapatkan nilai p value = 0,622 dengan nilai α ˃ 0,05, hal ini menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Pola Tidur dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-60 Bulan di Kelurahan Kendo Wilayah Kerja Puskesmas Penana’e Kota Bima Tahun 2024.
HUBUNGAN USIA MENARCHE, SIKLUS MENSTRUASI DAN STRES DENGAN KEJADIAN DISMENORHEA PADA SISWI SMK TEKNOLOGI GALELA TAHUN 2022
Jumriani;
Putri Yayu
JKM-Bid: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT KEBIDANAN (The Journal of Public Health Midwifery) Vol. 10 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Harapan Bunda Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.71369/xpeb9023
Dysmenorrhea Secara etimologi, dysmenorrhea ini sendiri berasal dari kata dys yang berarti sulit, menyakitkan atau tidak normal meno yang berarti bulan dan rrhea yang berarti aliran. Jika diartikan secara keseluruhan maka dysmenorrhea adalah aliran bulanan yang menyakitkan atau tidak normal. Dysmenorrhea adalah nyeri pada daerah panggul akibat menstruasi dan produksi zat prostaglandin. Seringkali dimulai segera setelah menstruasi pertama (Menarche). Nyeri ini berkurang setelah menstruasi, namun pada beberapa wanita nyeri bisa terus dialami selama periode menstruasi dan nyeri menstruasi ini yang memaksakan wanita untuk beristirahat atau dapat berakibat pada menurunnya kinerja dan berkurangnya aktivitas sehari – hari. Tujuan untuk mengetahui hubungan Usia Menarche, Siklus Menstruasi Dan Stres Dengan Kejadian Dismenorea Pada Siswi SMK Teknologi Galela.Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswi SMK Teknologi Galela yang telah mengalami menstruasi (Menarche) pada tahun 2022 sejumlah 70 populasi. Dalam menentukan sampel menggunakan teknik non-probability sampling dengan total sampel yang di ambil sejumlah 70 orang atau semua populasi dijadikan sampel. Pengumpulan data menggunakan observasi, kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian dari uji chi-square variabel yang berhubungan dengan kejadian dismenorea adalah usia menarche (p=0.028) dan siklus menstruasi (p=0.070). Sedangkan variabel yang tidak memiliki hubungan dengan kejadian dismenorea adalah stres (p=1.000). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu usia menarche, dan siklus menstruasi memiliki hubungan terhadap kejadian dismenorea
KETEPATAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) IBU HAMIL PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KOTA BIMA TAHUN 2023
Maya Febriyanti;
Sri Rahmawati
JKM-Bid: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT KEBIDANAN (The Journal of Public Health Midwifery) Vol. 10 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Harapan Bunda Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.71369/a23nye71
Kematian di masa pandemic covid-19 meningkat terutama kematian pada ibu dan bayi sehingga permasalahan ini menjadi sorotan publik. Untuk mengatasi permasalahan ini menteri Kesehatan berupaya menanggulangi lonjakan angka kematian ibu dan anak di Indonesia yang salah satunya dengan kegiatan antenatal care (ANC). Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kunjungan antenatal care (ANC) ibu hamil di era pandemi COVID-19. Sejalan dengan hal ini, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan masing – masing faktor dengan kunjungan antenatal care (ANC) ibu hamil di era pandemi COVID-19 di Wilayah Kerja seluruh puskesmas yang ada di daerah Kota Bima. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Sedangkan, populasi yang dipilih adalah ibu hamil yang melahirkan aterm di Wilayah Kerja seluruh puskesmas di Kota Bima, sample yang diambil menggunakan teknik probability Sampling dengan pendekatan simple random sampling. Terdapat 96 sampel dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: ada hubungan antara faktor teknologi, sosial dan dukungan keluarga, nilai budaya dan gaya hidup, ekonomi, dan pendidikan dengan kunjungan antenatal care di era pandemi COVID-19 dengan arah hubungan searah
HUBUNGAN ANTARA KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI (KPD) DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA IBU BERSALIN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PENANAE KOTA BIMA TAHUN 2023
Muhd. Firmansyah;
Ady Iranas;
Darmin
JKM-Bid: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT KEBIDANAN (The Journal of Public Health Midwifery) Vol. 10 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Harapan Bunda Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.71369/wbtfz237
Berdasarkan laporan dari kabupaten/kota, jumlah kasus kematian ibu di Provinsi NTB selama tahun 2021 adalah 144/100.000 KH, meningkat jika dibandingkan tahun 2020 dengan jumlah kematian ibu sebanyak 122/100.000 KH. Sedangkan Angka Kematian Ibu (AKI) di Kota Bima Tahun 2020 sebanyak 90/100.000 KH, sedangkan pada tahun 2021 terjadi peningkatan yaitu 192 angka kematian ibu per 100.000 KH. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Bima jumlah kasus Kejadian Ketuban Pecah Dini pada tahun 2021 adalah 279 kasus dan data Kejadian Ketuban Pecah Dini di Puskesmas Penana'e tahun 2022 sebanyak 100 kasus. Kecemasan merupakan suatu keadaan kondisi emosional seseorang yang tidak menyenangkan yang ditandai dengan perasaan-perasaan yang tidak diketahui secara langsung sebabnya seperti kekhawatiran pada diri seseorang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kejadian Ketuban Pecah Dini (KPD) dengan tingkat kecemasan pada ibu bersalin di Wilayah Kerja Puskesmas Penanae Kota Bima Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode study korelasi melalui pendekatan cross sectional. Sempel pada penelitian ini ada 30 responden dengan teknik total sampling. Uji statistik menggunakan uji Chi Square. Berdasarkan hasil analisa menjelaskan bahwa 11 responden (36.7%) dengan Ketuban Pecah Dini (KPD) mengalami tingkat kecemasan panik sedangkan 19 responden ( 63.3%) yang tidak Ketuban Pecah Dini (KPD) mengalami tingkat kecemasan ringan, sedang, dan berat
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRESTASI BELAJAR ANAK SEKOLAH DASAR DI SD NEGERI 62 KOTA BIMA TAHUN 2022
Sulistiani, Irma;
Rostinah
JKM-Bid: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT KEBIDANAN (The Journal of Public Health Midwifery) Vol. 10 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Harapan Bunda Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.71369/p6vkaj10
Masalah gizi pada usia sekolah dapat menyebabkan rendahnya kualitas tingkat pendidikan, tingginya angka absensi dan tingginya angka putus sekolah. Hasil studi pendahuluan peneliti didapatkan anak yang berprestasi cenderung mempunyai tinggi badan yang ideal dan aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Prestasi Belajar Anak Sekolah Dasar Di SD Negeri 62 Kota Bima. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif mengarah pada studi korelasional. populasi penelitian ini adalah seluruh siswa di SD Negeri 62 Kota bima. Jumlah sampel penelitian seluruh siswa siswi kelas 2 di SD Negeri 62 Kota Bima, yang berjumlah 32 orang. Analisis dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Pada Uji korelasi spearman yang ditujukan untuk mengetahui hubungan antara dua atau lebih variabel berskala ordinal. Berdasarkan hasil statistik didapat (P -Value 0,04) atau < 0,05 artinya, terdapat hubungan signifikan antara stunting dengan prestasi belajar anak di SDN 62 Kota Bima NTB Tahun 2022. Hasil penelitian terdapat hubungan signifikan antara stunting dengan prestasi belajardan tidak terdapat hubungan signifikan antara keaktifan kegiatan ekstrakurikuler dengan prestasi belajar di SDN 62 Kota Bima NTB Tahun 2022
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN POSYANDU DI KELURAHAN KENDO TAHUN 2023
Rabiatul Adawiah;
Rostinah;
Sri Rahmawati
JKM-Bid: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT KEBIDANAN (The Journal of Public Health Midwifery) Vol. 10 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Harapan Bunda Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.71369/09907720
Secara global angka kematian bayi baru lahir sebesar 2,5 juta dan 1,5 juta kematian pada bayi. Angka kematian balita yaitu sebesar 39 kematian per 1.000 kelahiran hidup, pada bayi 11/1.000 bayi dan angka kematian neonatal adalah 18/1.000 kelahiran hidup. Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 menunjukkan AKN sebesar 15/1.000 kelahiran hidup, AKB 24/1.000 kelahiran hidup, dan AKABA 32/1.000 kelahiran hidup. Pada tahun 2019, dari 29.322 kematian balita, 69% (20.244 kematian) diantaranya terjadi pada masa neonatus. Dari seluruh kematian neonatus yang dilaporkan, 80% (16.156 kematian) terjadi pada periode enam hari pertama kehidupan. Sementara, 21% (6.151 kematian) terjadi pada usia 29 hari – 11 bulan dan 10% (2.927 kematian) terjadi pada usia 12 – 59 bulan. Penelitian bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan ibu balita ke Posyandu di Kelurahan Kendo Tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey dengan menggunakan pendekatan cros sectional. Populasi adalah ibu balita sebanyak 400 orang dan sampel yaitu 200 ibu. Berdasarkan hasil penelitian tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dan pengetahuan dengan rendahnya kunjungan posyandu balita di Kelurahan Kendo Tahun 2023. Ada hubungan antara dukungan keluarga, status pekerjaan, dan jarak tempat tinggal dengan rendahnya kunjungan posyandu balita di Kelurahan Kendo Tahun 2023.
GAMBARAN FAKTOR PREDISPOSISI KEJADIAN PRE-EKLAMPSIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PENANA’E KOTA BIMA TAHUN 2024
Fau Lestari;
Tri Yubiah;
Putri Yayu
JKM-Bid: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT KEBIDANAN (The Journal of Public Health Midwifery) Vol. 11 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Harapan Bunda Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.71369/aj9r4y32
Perkembangan kesehatan di Indonesia saat ini masih ditandai dengan kerentanan kesehatan ibu dan anak, terutama dimana angka kematian ibu dan anak masih tinggi. Salah satu penyebab utama kematian ibu adalah preeklamsia. Angka kejadian Hipertensi yang diperoleh dari Puskesmas Penana’e Kota Bima Pada Tahun 2021 adalah sebanyak 31 kasus, pada Tahun 2022 sebanyak 29 kasus, pada tahun 2023 sebanyak 45 kasus. Tujuan peneliyian ini untuk mengetahui Gambaran Faktor Predisposisi Kejadian Pre-Eklampsia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Penana’e Kota Bima, 2024. Disain penelitian ini menggunakan metode penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu yang mengalami kejadian pre-eklampsia di wilayah kerja Puskesmas Penana’e Kota Bima yaitu 125 orang dari bulan Januari-Desember Tahun 2023. Pengambilan sampel menggunakan tehnik Total sampling yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel sebanyak 125 orang. Berdasarkan umur responden yang terbanyak adalah beresiko (≤20 atau ≥35 tahun) yaitu sebanyak 84 responden (67,2%). Berdasarkan paritas ibu yang terbanyak adalah Multipara dan Grandemultipara yaitu sebanyak 92 responden (73,6%). Berdasarkan Riwayat Hipertensi yang terbanyak adalah Riwayat Hipertensi yaitu sebanyak 125 responden (100%).
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN DALAM PEMBERIAN IMUNISASI CAMPAK PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MPUNDA KOTA BIMA TAHUN 2024
ST. Tangaya;
Sri Astuti;
Nur Baety
JKM-Bid: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT KEBIDANAN (The Journal of Public Health Midwifery) Vol. 11 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Harapan Bunda Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.71369/k4sr9m73
Data cakupan imunisasi campak di Indonesia berdasarkan data Kemenkes Jumlah kasus campak di Indonesia tercatat lebih dari 3.341 kasus pada tahun 2023, jika dibandingkan dengan tahun 2021 dan 2022 ada peningkatan yang cukup signifikat kurang lebih 32 kali lipat. Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan dalam pemberian imunisasi campak pada bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Mpunda Kota Bima tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi pada penelitian adalah seluruh bayi yang berusia 9-11 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Mpunda. Teknik pengambilan sampel menggunakan total Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 45 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis Bivariat menggunakan uji korelasi lambda. Menunjukkan bahwa Ibu yang mendapat dukungan keluarga tinggi sebanyak 27 orang (60%), ibu yang patuh membawa anaknya untuk imunisasi sebanyak 29 orang (64,4%). Berdasarkan uji korelasi Lambda nilai r hit = 0,750 dengan nilai p= 0,002 dapat diartikan bahwa Terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kepatuhan ibu dengan arah korelasi positif dengan kekuatan korelasi kuat.
HUBUNGAN ANEMIA DENGAN KEJADIAN PENDARAHAN POSTPARTUM DI RSUD BIMA TAHUN 2024
Linda yulianti;
Tri Yubiah;
Muhd. Firmansyah
JKM-Bid: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT KEBIDANAN (The Journal of Public Health Midwifery) Vol. 11 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Harapan Bunda Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.71369/3xkc4j81
Anemia atau yang dikenal oleh masyarakat Indonesia dengan istilah kurang darah merupakan masalah kesehatan yang ditandai dengan penurunan kadar hemoglobin dari batas normal. Angka Kematian Ibu di Indonesia masih tinggi dibandingkan dengan Negara ASEAN lainnya. Angka Kematia Ibu di negara-negara Asean sudah menempati posisi 40-60 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan di Indonesia masih menempati posisi 305 per 100.000 kelahiran hidup (Survei Penduduk Antar Sensus 2020). Untuk menganalisis hubungan Anemia dengan kejadian pendarahan postpartum di RSUD Bima tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Kuantitatif, rancangan penelitian deskriptif korelasional dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah Ibu Postpartum di RSUD Bima tahun 2024 berjumlah 724 orang. Pengambilan sampel 88 ibu Postpartum menggunakan teknik purposive sampling, analisis bivariat menggunakan uji chi-square, dengan menggunakan p value < 0,05. Menunjukkan bahwa responden yang anemia sebanyak 66 responden (75%), tidak anemia sebanyak 22 responden (25%), pendarahan sebanyak 68 responden (77.3%) dan tidak pendarahan sebanyak 20 responden (22.7%) RSUD Bima tahun 2024. Berdasarkan Hasil analisa data dengan menggunakan uji Chi-squer diperoleh p value = 0,008 berarti lebih kecil dari α = 0,05 dengan demikian Ha diterima. Dalam hal ini dikatakan bahwa ada hubungan anemia dengan kejadian pendarahan postpartum di RSUD Bima tahun 2024.