Demam atau febris merupakan pengeluaran panas yang tidak mampu untuk mempertahankan kecepatan pengeluaran kelebihan produksi panas yang mengakibatkan peningkatan suhu tubuh abnormal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemberian kompres hangat daerah frontalis dan daerah vena besar/aksila terhadap penurunan suhu tubuh pada klien febris di IGD RSUD Bima. Dalam penelitian ini menggunakan metode quasy experiment dengan jumlah sampel sebanyak 20 orang dengan menggunakan alat ukur pre dan post perlakuan dengan hasil sebagai berikutĀ : dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa rerata penurunan suhu tubuh pada pemberian kompres hangat daerah frontalis 0,500C uji statistik paired t test pada kelompok pemberian kompres daerah frontalis, hasil korelasi antara pre dan post didapatkan probabilitas 0,000, yang berarti bahwa korelasi suhu sebelum dan sesudah dilakukan kompres pada frontalis kuat dan kompres tersebut efektif. Sedangkan pemberian kompres hangat daerah vena besar/aksila, terjadi penurunan dengan rerata sebesar 0,330C. Dimana hasil uji statistik paired t test menunjukkan bahwa pada kelompok pemberian kompres hangat daerah vena besar/aksila hasil korelasi antara pre dan post didapatkan nilai p= 0,000, hal tresebut membuktikan bahwa kompres hangat daerah bagian tubuh yang terdapat aliran vena besar adalah efektif. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa rerata penurunan suhu tubuh dengan pemberian kompres daerah vena besar/aksila lebih besar dari pemberian kompres hangat daerah frontalis, yaitu 0,330C banding 0,500C.
Copyrights © 2026