Penelitian ini menganalisis strategi guru Al-Qur’an Hadis dalam membentuk karakter religius siswa di MA DDI Karya Baru, Loa Janan, Kutai Kartanegara, di tengah keterbatasan waktu pembelajaran dan paparan media digital. Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur dengan guru Al-Qur’an Hadis, guru Fikih, dan siswa kelas X, serta telaah dokumentasi. Analisis data mengikuti model interaktif berupa kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tiga strategi yang saling berkaitan. Pertama, keteladanan diwujudkan melalui keterlibatan guru dalam salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, ketepatan waktu, sikap adil, dan penghargaan terhadap perbedaan budaya. Kedua, kedisiplinan diperkuat melalui jadwal salat duha dan zuhur berjamaah, latihan kultum, serta bimbingan membaca Al-Qur’an. Ketiga, pembiasaan menginternalisasikan kejujuran, syukur, kepedulian sosial, disiplin, dan toleransi melalui praktik berulang, termasuk kegiatan infak. Pelaksanaan strategi didukung iklim madrasah yang religius, fasilitas ibadah, komitmen pimpinan, keluarga, dan teman sebaya, sedangkan media sosial, keterbatasan waktu guru, dan lingkungan yang kurang mendukung menjadi hambatan. Temuan menegaskan bahwa pembentukan karakter religius efektif ketika pembelajaran, keteladanan, rutinitas, dan budaya kelembagaan dijalankan secara konsisten.
Copyrights © 2026