Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi Humas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI di Instagram (@kemnaker) dalam merespons krisis akibat disinformasi keterlambatan pencairan uang saku Maganghub. Tujuannya adalah membedah pengelolaan media sosial menggunakan pilar Share, Optimize, Manage, dan Engage (SOME), serta dampaknya terhadap pergeseran citra lembaga dari current image ke wish image. Menggunakan metode kualitatif studi kasus dengan paradigma konstruktivisme, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi digital (2025–2026). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pilar Share dan Optimize, Kemnaker mengutamakan estetika visual satu arah dan mengalihkan keluhan dari kolom komentar ke ruang privat (DM/WhatsApp) demi menjaga wibawa akun. Pada pilar Manage dan Engage, interaksi publik dikendalikan ketat melalui jawaban seragam (template). Disimpulkan bahwa pendekatan komunikasi yang defensif dan mekanis ini menciptakan pembatas emosional dan menghambat dialog dua arah yang empatik. Akibatnya, alih-alih meredam krisis, strategi tersebut justru memperkuat current image negatif Kemnaker sebagai lembaga birokratis yang tidak responsif. Kegagalan ini menggerus kepercayaan publik sehingga wish image sebagai institusi transparan, humanis, dan responsif gagal terwujud di ruang digital.
Copyrights © 2026