Indonesia memiliki tingkat aktivitas seismik yang tinggi dengan potensi gempa dan tsunami besar. Namun, peraturan nasional belum mengatur secara rinci prosedur beban tsunami, sehingga bangunan di daerah pesisir umumnya hanya dirancang untuk beban gempa tanpa memperhitungkan dampak beban tsunami dalam perencanaan struktur bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja struktur bangunan beton bertulang yang dikenai beban gempa dan tsunami berdasarkan analisis simpangan antar lantai dan efek P-Delta. Penelitian ini menggunakan metode numerik dengan perangkat lunak ETABS v18. Analisis beban gempa mengacu pada SNI 1726:2019. Sementara beban tsunami dihitung berdasarkan FEMA P-646. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur yang hanya menerima beban gempa masih memenuhi persyaratan deviasi dan stabilitas menurut SNI 1726:2019. Namun, penambahan beban tsunami menyebabkan peningkatan signifikan pada respons struktur, seperti yang ditunjukkan oleh peningkatan perpindahan maksimum dari 38,885 mm menjadi 660,891 mm. Nilai koefisien stabilitas (θ) juga meningkat dari 0,05229 menjadi 0,82164, melebihi batas yang diizinkan sehingga struktur tidak lagi memenuhi persyaratan stabilitas. Temuan ini menunjukkan bahwa beban tsunami memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku struktur. Oleh karena itu, evaluasi dan perencanaan bangunan di daerah pesisir perlu mempertimbangkan kombinasi beban gempa dan tsunami untuk meningkatkan tingkat keamanan dan keandalan struktur.
Copyrights © 2026