Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perencanaan Sistem Penyediaan Air Minum Desa Kuamang Jaya Kabupaten Bungo Muhammad Sodri Renjani; Gia Monica; Irfan Satria Permana; Sucitra Wijaya; Ari endra Nasution
Jurnal Sains Informatika Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Sains Informatika Terapan (Februari, 2026)
Publisher : Riset Sinergi Indonesia (RISINDO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62357/jsit.v5i1.988

Abstract

Air berperan sebagai keperluan pokok bagi manusia yang menyebabkan ketersediaan air bersih merupakan aspek vital sebagai kebutuhan dasar manusia dalam menjalankan kehidupan. Kebutuhan akan air bagi manusia sangat penting dengan aspek kuantitas yang kategorinya cukup serta kualitas yang melakukan pemenuhan syarat disertai terjamin untuk kontinuitasnya. Desa Kuamang Jaya, Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo memiliki tingkat akses air minum yang masih rendah, yaitu sebesar 37,21%. Penelitian ini bertujuan melaksanakan perencanaan sistem penyediaan air minum untuk proyeksi 15 tahun ke depan (2024–2039) dengan mempertimbangkan pertumbuhan penduduk, kebutuhan air bersih, serta analisis jaringan distribusi. Metode proyeksi penduduk yang dipergunakan untuk pertumbuhan penduduk yakni metode geometri berdasarkan nilai koefesien kolerasi, yang menghasilkan rata-rata pertumbuhan 1,5% per tahun. Kebutuhan air dihitung berdasarkan konsumsi sebesar 90 liter/orang/hari dengan kehilangan air 20%. Desain jaringan perpipaan dirancang menggunakan aplikasi EPANET untuk menganalisis kecepatan aliran dan sisa tekan pada jaringan perpipaan. Hasil menunjukkan kebutuhan air bersih di tahun 2039 besarannya 1,08 liter/detik, sehingga direncanakan pembangunan menara air dengan kapasitas 25,73 m³ untuk memenuhi kebutuhan air 15 tahun ke depan. Desain jaringan menggunakan pipa PVC dengan kekasaran pipa 140, berdiameter dalam 46,00 mm dan 58,20 mm atau pipa 1,5 inci dan 2 inci dengan total panjang 3.490 meter, pipa berdiameter 46,00 mm sepanjang 2642 meter dan pipa berdiameter 58,20 mm sepanjang 648 meter. Kecepatan aliran maksimum mencapai 1,06 m/s dan sisa tekan tertinggi 12,22 meter dan sisa tekan terendah 3,45 meter. Hasil ini menunjukkan sistem yang direncanakan mampu mendistribusikan air dengan efektif ke seluruh wilayah layanan jaringan perpipaan di Desa Kuamang Jaya, artinya bila ada rumah lantai dan bak ukuran 3,45 meter maka air mampu menyuplai air rumah tersebut. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar pedoman dalam pengembangan infrastruktur air minum di Desa Kuamang Jaya Kabupaten Bungo.
Perbandingan Perilaku Struktur Gedung Kantor Pelindo Teluk Bayur Akibat Beban Gempa dan Beban Gempa-Tsunami Berdasarkan Analisis Simpangan Antar Lantai dan Efek P-Delta Muhammad Sodri Renjani; Rehni Setiati; Sucitra Wijaya; Doli Jumat Rianto; Irfan Satria Permana; Randy M Oswara
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS) Vol. 4 No. 1 (2026): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v4i1.138

Abstract

Indonesia memiliki tingkat aktivitas seismik yang tinggi dengan potensi gempa dan tsunami besar. Namun, peraturan nasional belum mengatur secara rinci prosedur beban tsunami, sehingga bangunan di daerah pesisir umumnya hanya dirancang untuk beban gempa tanpa memperhitungkan dampak beban tsunami dalam perencanaan struktur bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja struktur bangunan beton bertulang yang dikenai beban gempa dan tsunami berdasarkan analisis simpangan antar lantai dan efek P-Delta. Penelitian ini menggunakan metode numerik dengan perangkat lunak ETABS v18. Analisis beban gempa mengacu pada SNI 1726:2019. Sementara beban tsunami dihitung berdasarkan FEMA P-646. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur yang hanya menerima beban gempa masih memenuhi persyaratan deviasi dan stabilitas menurut SNI 1726:2019. Namun, penambahan beban tsunami menyebabkan peningkatan signifikan pada respons struktur, seperti yang ditunjukkan oleh peningkatan perpindahan maksimum dari 38,885 mm menjadi 660,891 mm. Nilai koefisien stabilitas (θ) juga meningkat dari 0,05229 menjadi 0,82164, melebihi batas yang diizinkan sehingga struktur tidak lagi memenuhi persyaratan stabilitas. Temuan ini menunjukkan bahwa beban tsunami memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku struktur. Oleh karena itu, evaluasi dan perencanaan bangunan di daerah pesisir perlu mempertimbangkan kombinasi beban gempa dan tsunami untuk meningkatkan tingkat keamanan dan keandalan struktur.