Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGENALAN TEKNOLOGI DRONE DI PONDOK PESANTREN AL-INAYAH 3 Randy M. Oswara; Riri Lidya Fathira; Irfan Satria Permana; Muhammad Sondri Renjani; Dimas Heriyanto; Sucitra Wijaya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.42246

Abstract

Teknologi drone semakin berkembang pesat dan memiliki potensi besar dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. Di era digital ini, penting bagi generasi muda untuk mengenal dan memahami teknologi terkini, termasuk drone, yang tidak hanya menawarkan inovasi dalam cara kita berkomunikasi dan berinteraksi, tetapi juga membuka peluang baru dalam pembelajaran dan pengembangan keterampilan. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengeksplorasi tantangan yang dihadapi dalam integrasi teknologi drone ke dalam kurikulum pendidikan di pesantren. Metode kegiatan pengabdian ini adalah Participation Action Research (PAR), dengan penggalian informasi dan keikutsertaan melalui wawancara mendalam, observasi partisipasi dan diskusi kelompok terfokus. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana proses pengenalan teknologi drone di Pondok Pesantren Al-Inayah 3 dan dampaknya terhadap santri, dengan fokus pada aspek pembelajaran, kreativitas, dan keterampilan praktis yang dapat diperoleh melalui penggunaan teknologi ini. Hasil kegiatan pengabdian ini telah berhasil memberikan pengetahuan dan pemahaman dasar dalam pengenalan drone dan mengetahui penggunaannya dalam konteks lokal.
Analisis Perbandingan Biaya Bahan Peledak Menggunakan Teori R.L Ash Dan Teori Anderson Pada Proses Pembongkaran Batuan Andesit Di PT Batu Mamak Serasi Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo Provinsi Jambi Bagas Hari Aulia; Irfan Satria Permana; Heriyanto
Jurnal Sains Informatika Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Sains Informatika Terapan (Februari, 2026)
Publisher : Riset Sinergi Indonesia (RISINDO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62357/jsit.v5i1.987

Abstract

Batu Mamak Serasi melakukan pembongkaran batuan andesit di tambang terbuka dengan metode pengeboran dan peledakan. Proses peledakan ini bertujuan untuk memecah batuan dari induknya menjadi potongan-potongan dengan ukuran tertentu. Geometri peledakan dan biaya adalah sebuah konsep krusial dalam operasi penambangan yang digunakan untuk kegiatan pembongkaran batuan. Tujuan dari penelitian ini yaitu membandingkan biaya dari geometri peledakan aktual yang digunakan yaitu R.L ASH dengan metode Anderson. Metode yang digunakan adalah kuanitatif dengan pengamatan langsung pada parameter-parameter geometri peledakan yang mempengaruhi biaya seperti burden, spasing, stemming, kedalaman lubang ledak, Panjang kolom isian, dan powder factor. Dari hasil analisis penelitian ini diketahui bahwa dengan mempertimbangkan perbandingan Powder Factor antara dua metode desain geometri peledakan, hasil dari metode Anderson menunjukkan penggunaan bahan peledak yang lebih efisien untuk volume batuan yang lebih besar, dibandingkan dengan metode R.L. ASH, efisiensi ini menjadi nilai tambah dari metode Anderson, terutama jika tujuan utama adalah menekan biaya tanpa mengurangi produktivitas. Maka berdasarkan hasil analisis, didapat produksi dengan metode R.L ASH sebesar 3.405 Ton dengan berat bahan peledak sebesar 475 kg, sedangkan Anderson mendapatkan produksi sebesar 4.545 Ton dengan berat bahan peledak yaitu sebesar 645 kg. Perbedaan penggunaan bahan peledak ini terletak pada faktor isian kolom untuk bahan peledak pada tiap lubang yang berbeda dan selisih kolom isian total sebesar 1,198 m. Dari produksi R.L ASH maka didapat gross income sebesar Rp 290.580.000,- dan sedangkan produksi yang didapat menurut Anderson sebesar Rp 481.529.000,- dengan selisih keuntungan senilai 15%.
Perencanaan Sistem Penyediaan Air Minum Desa Kuamang Jaya Kabupaten Bungo Muhammad Sodri Renjani; Gia Monica; Irfan Satria Permana; Sucitra Wijaya; Ari endra Nasution
Jurnal Sains Informatika Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Sains Informatika Terapan (Februari, 2026)
Publisher : Riset Sinergi Indonesia (RISINDO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62357/jsit.v5i1.988

Abstract

Air berperan sebagai keperluan pokok bagi manusia yang menyebabkan ketersediaan air bersih merupakan aspek vital sebagai kebutuhan dasar manusia dalam menjalankan kehidupan. Kebutuhan akan air bagi manusia sangat penting dengan aspek kuantitas yang kategorinya cukup serta kualitas yang melakukan pemenuhan syarat disertai terjamin untuk kontinuitasnya. Desa Kuamang Jaya, Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo memiliki tingkat akses air minum yang masih rendah, yaitu sebesar 37,21%. Penelitian ini bertujuan melaksanakan perencanaan sistem penyediaan air minum untuk proyeksi 15 tahun ke depan (2024–2039) dengan mempertimbangkan pertumbuhan penduduk, kebutuhan air bersih, serta analisis jaringan distribusi. Metode proyeksi penduduk yang dipergunakan untuk pertumbuhan penduduk yakni metode geometri berdasarkan nilai koefesien kolerasi, yang menghasilkan rata-rata pertumbuhan 1,5% per tahun. Kebutuhan air dihitung berdasarkan konsumsi sebesar 90 liter/orang/hari dengan kehilangan air 20%. Desain jaringan perpipaan dirancang menggunakan aplikasi EPANET untuk menganalisis kecepatan aliran dan sisa tekan pada jaringan perpipaan. Hasil menunjukkan kebutuhan air bersih di tahun 2039 besarannya 1,08 liter/detik, sehingga direncanakan pembangunan menara air dengan kapasitas 25,73 m³ untuk memenuhi kebutuhan air 15 tahun ke depan. Desain jaringan menggunakan pipa PVC dengan kekasaran pipa 140, berdiameter dalam 46,00 mm dan 58,20 mm atau pipa 1,5 inci dan 2 inci dengan total panjang 3.490 meter, pipa berdiameter 46,00 mm sepanjang 2642 meter dan pipa berdiameter 58,20 mm sepanjang 648 meter. Kecepatan aliran maksimum mencapai 1,06 m/s dan sisa tekan tertinggi 12,22 meter dan sisa tekan terendah 3,45 meter. Hasil ini menunjukkan sistem yang direncanakan mampu mendistribusikan air dengan efektif ke seluruh wilayah layanan jaringan perpipaan di Desa Kuamang Jaya, artinya bila ada rumah lantai dan bak ukuran 3,45 meter maka air mampu menyuplai air rumah tersebut. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar pedoman dalam pengembangan infrastruktur air minum di Desa Kuamang Jaya Kabupaten Bungo.