Permainan tradisional engklek gunung di Desa Resongo, Kabupaten Probolinggo, memiliki potensi matematis yang besar, namun kajian etnomatematika yang mengungkap konsep geometri, bilangan, dan peluang di dalamnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sejarah dan praktik permainan engklek gunung, mengidentifikasi konsep matematika yang terkandung di dalamnya, serta merumuskan rekomendasi pemanfaatannya sebagai media pembelajaran matematika berbasis etnomatematika. Penelitian menggunakan pendekatan etnomatematika dengan jenis eksploratif budaya-matematis, dianalisis melalui kerangka enam aktivitas matematis Bishop (menghitung, mengukur, menentukan lokasi, merancang, bermain, dan menjelaskan). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap dua informan berusia sekitar 50 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lapangan permainan yang terdiri atas sembilan petak berbentuk persegi panjang dan setengah lingkaran memuat konsep geometri berupa bangun datar, simetri, dan hubungan spasial; penomoran petak secara berurutan mencerminkan konsep bilangan cacah dan ordinal; sedangkan aktivitas melempar gacuk merepresentasikan konsep peluang sederhana. Ketiga konsep tersebut terintegrasi dalam keenam aktivitas matematis Bishop. Penelitian ini menyimpulkan bahwa permainan engklek gunung tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga berpotensi menjadi sumber belajar matematika yang kontekstual, bermakna, serta mendukung pelestarian budaya lokal.
Copyrights © 2026