Sampah organik tetap menjadi komponen dominan dalam sampah padat perkotaan di Indonesia dan berkontribusi signifikan terhadap meningkatnya beban pada tempat pembuangan akhir. Kapasitas Tempat Pembuangan Akhir Sarimukti yang terbatas telah menyoroti perlunya memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat sejak sumbernya. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan sampah organik menggunakan larva lalat tentara hitam (BSF) serta memperkenalkan desain teknis rumah maggot sebagai fasilitas alternatif pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat. Program ini dilaksanakan di Desa Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, dengan menggunakan pendekatan Penilaian Pedesaan Partisipatif (PRA). Hasil penelitian menunjukkan respons positif dari masyarakat terhadap program ini. Sekitar 57% peserta sangat setuju bahwa kegiatan ini memberikan manfaat dan solusi bagi masalah sampah organik, sementara 71% menyatakan bahwa program ini meningkatkan pengetahuan mereka. Selain itu, 86% peserta menilai kegiatan ini sangat baik, dan 72% menyatakan minat untuk berpartisipasi dalam program serupa di masa mendatang. Program ini merupakan langkah awal yang penting menuju pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan melalui partisipasi masyarakat sekaligus mendukung penerapan prinsip-prinsip ekonomi sirkular.
Copyrights © 2026