Tradisi Ruwat Bumi merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang masih dipertahankan oleh masyarakat Desa Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. Selain memiliki fungsi sebagai ritual ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, tradisi ini berkembang menjadi daya tarik wisata budaya yang berkontribusi terhadap pengembangan sektor pariwisata daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna tindakan sosial pelaku pariwisata dalam tradisi Ruwat Bumi serta mengidentifikasi kontribusinya terhadap pengembangan pariwisata di Objek Wisata Air Panas Guci. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan konstruktivisme. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, pemerintah desa, pelaku usaha wisata, masyarakat, wisatawan, dan Dinas Pariwisata Kabupaten Tegal. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, sedangkan interpretasi hasil penelitian menggunakan teori tindakan sosial Max Weber dan perspektif pembangunan partisipatif Robert Chambers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan sosial pelaku pariwisata dalam tradisi Ruwat Bumi dimaknai sebagai bentuk tindakan tradisional, tindakan berorientasi nilai, tindakan afektif, serta tindakan rasional instrumental. Tradisi ini tidak hanya memperkuat identitas budaya masyarakat, tetapi juga meningkatkan daya tarik wisata, memperluas kesempatan kerja, menggerakkan sektor usaha mikro, serta memperkuat citra destinasi wisata budaya Kabupaten Tegal. Dengan demikian, Ruwat Bumi merupakan modal budaya yang memiliki peran strategis dalam pembangunan pariwisata berbasis masyarakat.
Copyrights © 2026