Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI PEDESAAN(Studi Tentang Perilaku Seks dan Reproduksi Sehat Remaja di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas)THE SEXUAL BEHAVIOUR OF THE ADOLESCENCE IN RURAL SOCIETY(Study about Sex Behaviour and The Reproduction Health of The Adolescence in Kedungbanteng District, Banyumas Regency) Wulan, Tyas Retno; , Muslihudin
Pembangunan Pedesaan Vol 3, No 2 (2003)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku seksual para remaja di daerah pedesaan serta bagaimana pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi. Penelitian dilakukan di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas dengan sasaran para remaja yang berusia 10-24 tahun. Mengingat persoalan seks masih dianggap persoalan yang sensitif, informan dijaring dengan teknik snowball sampling. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam dan observasi. Informan berjumlah 13 orang, terdiri dari 5 orang perempuan dan 8 orang laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan para remaja tentang kesehatan reproduksi sangat tidak memadai dan lebih banyak dipenuhi oleh mitos yang mereka yakini. Perilaku seks para informan, juga tidak bisa lepas dari bagaimana masyarakat mengkonstruksikan seksualitas laki-laki dan perempuan. Namun semua informan beranggapan bahwa hubungan seks yang dilakukan sebelum menikah, apalagi sampai menimbulkan kehamilan merupakan aib yang harus dihindari, mengingat kontrol sosial masyarakat desa yang masih cukup tinggi. Mengingat minimnya pengetahuan para remaja pada umumnya dan para orang tua di pedesaan pada khususnya terhadap kesehatan reproduksi, sudah selayaknya pendidikan seks menjadi agenda untuk ditransformasikan di pedesaan. Pendidikan seks tidak berarti mengajarkan cara untuk melakukan hubungan seks namun mengenalkan kepada para remaja fase-fase reproduksinya dan orang tua dituntut kepekaan untuk lebih memperhatikan masalah kesehatan reproduksi anak-anaknya.
Village Elite Role on The Productive Migrant Village Program in Banyumas Indonesia Muslihudin, Muslihudin; Wulan, Tyas Retno; Sugiarto, Tri; Wardhianna, Sotyania; Wijayanti, Sri
KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol 13, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v13i2.29144

Abstract

Within social structure inside society, there is a group called the elite group consists of small number of people who are at the top of the stratum of the community. The group has a big role in various activities in the community. Banyumas is one of the regencies that receive a Productive Migrant Village Program (PMVP) whose implementation is related to the group of village elite. The purpose of this paper is to show how the role of the village elite in the village community empowerment, especially in the implementation of the programs. The method of the research is a critical qualitative research method. The data are obtained by interview, observation, and documentation. An analysis of the study was conducted interactively. The results of the study are; 1) The implementation of the programs are driven by village elites, 2) village political elites are responsible for the success since the beginning of the program, 3) political elites and economic elites ally in the implementation of the productive migrant village program. Such pattern of village elite alliances can be used as a useful model for the success of development programs or the empowerment of rural communities, not only in the programs, but also in other community empowerment programs.
Village Elite Role on The Productive Migrant Village Program in Banyumas Indonesia Muslihudin, Muslihudin; Wulan, Tyas Retno; Sugiarto, Tri; Wardhianna, Sotyania; Wijayanti, Sri
Komunitas Vol 13, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v13i2.29144

Abstract

Within social structure inside society, there is a group called the elite group consists of small number of people who are at the top of the stratum of the community. The group has a big role in various activities in the community. Banyumas is one of the regencies that receive a Productive Migrant Village Program (PMVP) whose implementation is related to the group of village elite. The purpose of this paper is to show how the role of the village elite in the village community empowerment, especially in the implementation of the programs. The method of the research is a critical qualitative research method. The data are obtained by interview, observation, and documentation. An analysis of the study was conducted interactively. The results of the study are; 1) The implementation of the programs are driven by village elites, 2) village political elites are responsible for the success since the beginning of the program, 3) political elites and economic elites ally in the implementation of the productive migrant village program. Such pattern of village elite alliances can be used as a useful model for the success of development programs or the empowerment of rural communities, not only in the programs, but also in other community empowerment programs.
Analisis Dampak Sosial Ekonomi Budaya Kegiatan Eksplorasi Panasbumi di WKP Baturraden (Studi Kasus di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas) Muhammad Fadil Ramadhan; Muslihudin Muslihudin; Mukhtar Effendi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 19, No 1 (2021): April 2021
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.19.1.117-126

Abstract

Hadirnya energi panasbumi sebagai Energi Baru Terbarukan (EBT) rupanya bukan berarti hadir tanpa suatu dampak bagi lingkungan disekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak sosial-ekonomi-budaya yang terjadi dan merumuskan strategi pengelolaan lingkungan komponen sosial ekonomi budaya guna meminimasi dampak negatif dan mengoptimasi dampak positif dari kegiatan eksplorasi panasbumi WKP Baturraden di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian metode campuran dengan pendekatan eksplanatoris sekuensial, yaitu dengan menggabungkan metode kuantitatif dan metode kualitatif. Metode kuantitatif yang digunakan berupa analisis besar dampak serta analisis sifat dampak. Berdasarkan hasil pengolahan data secara kuantitatif tersebut, selanjutnya dianalisis secara kualitatif menggunakan matrik SWOT untuk perumusan strategi pengelolaan lingkungan komponen sosial ekonomi budaya. Pengumpulan data primer dilakukan menggunakan kuesioner dan observasi. Sedangkan data sekunder diperoleh dari studi literatur yang memiliki ketkaitan dengan topik penelitian. Berdasarkan hasil analis yang dilakukan dalam penelitian ini, menjelaskan bahwa dampak yang terjadi atas kegiatan eksplorasi panasbumi di WKP Baturraden bervariasi, dari yang tidak menimbulkan dampak hingga berdampak sangat besar. Sedangkan berdasarkan sifat dampaknya terdapat dampak yang cukup penting hingga sangat penting. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat 2 dampak dengan bobot besar dampak dan sifat dampak tertinggi, yaitu penurunan kenyamanan masyarakat dan perubahan persepsi masyarakat. Dengan kondisi tersebut, meninjau tingkat urgensi kegiatan eksplorasi panasbumi dalam rangka pengupayaan energi baru terbarukan maka strategi pengelolaan lingkungan yang paling tepat pada komponen sosial ekonomi budaya berdasar analisis SWOT adalah menggunakan strategi devensif yang memadukan antara kekuatan internal dengan peluang eksternal dan strategi diversifikasi yang memadukan antara kekuatan internal dengan ancaman eksternal.
Dampak Sosial, Ekonomi dan Lingkungan Pertambangan Pasir di Desa Luragung Landeuh Kuningan, Jawa Barat Wina Waniatri; Muslihudin Muslihudin; Sri Lestari
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 20, No 2 (2022): April 2022
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.20.2.279-290

Abstract

Permasalahan dan isu strategis daerah pada bidang energi dan sumber daya mineral yang mempengaruhi kerusakan lingkungan hidup berdasarkan pada Rancangan Primer RPJMD 2018-2028 Kabupaten Kuningan  yaitu kegiatan penambangan pasir ilegal dan perubahan lahan. Salah satu lokasi pertambangan di Kabupaten Kuningan berada di Desa Luragung Landeuh. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses  kegiatan  pertambangan pasir;  serta mengetahui dampak negatif pertambangan pasir terhadap kualitas lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Kesimpulan penelitian ini adalah proses  kegiatan  pertambangan  pasir PT. Anggun Jaya Mandiri di  Desa  Lurangung  Landeuh Kecamatan Luragung Kabupaten Kuningan terdiri dari tahap pra-kontruksi, kontruksi, operasi, produksi, dan rencana pasca tambang. Dampak negatif kegiatan pertambangan pasir terhadap lingkungan adalah kebisingan, debu yang bertebaran, kerusakan infrastruktur jalan; Dampak positif kegiatan pertambangan pasir PT.AJM memberikan peningkatan peluang kerja, memperbaiki fasilitas desa, serta meningkatkan kas Desa Luragung Landeuh. Pandemi Covid-19 pada awal tahun 2020 telah mempengaruhi dalam penyelesaian konflik antara masyarakat dan pihak perusahaan pertambangan.ABSTRACTRegional strategic problems and issues in the field of energy and mineral resources that affect environmental damage based on the Primary Draft RPJMD 2018-2028 Kuningan Regency, namely illegal sand mining activities and land changes. One of the mining locations in Kuningan Regency is in Luragung Landeuh Village. This research was conducted to determine the process of sand mining activities; as well as knowing the negative impact of sand mining on environmental quality. This study uses a qualitative descriptive analysis method. The conclusions of this study are: (1) The process of sand mining activities of PT. Anggun Jaya Mandiri in Lurangung Landeuh Village, Luragung District, Kuningan Regency consists of pre-construction, construction, operation, production, and post-mining planning stages. The negative impacts of sand mining activities on the environment are noise, scattered dust, damage to road infrastructure; (2) The positive impact of PT.AJM's sand mining activities provides increased job opportunities, improves village facilities, and increases the cash flow of Luragung Landeuh Village. The Covid-19 pandemic at the beginning of 2020 has affected the resolution of conflicts between the community and the mining company.
Proses pengelolaan sampah plastik menjadi paving block di Desa Jetis, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga Alifan Nurin Anamti Dieningrum; Muslihudin Muslihudin; Edy Suyanto
Jurnal READ (Research of Empowerment and Development) Vol 1 No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Pascasarjana Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.read.2020.1.2.3492

Abstract

The problem of plastics - if left alone, will not rot because they are difficult to decompose and will cause environmental damage, such as flooding and environmental pollution of water and soil. Inorganic waste management can be done in various ways, one of which is through creative ideas, such as in Jetis village, Purbalingga Regency has a way to solve the problem of plastic, which is used as a paving block. This study aims to determine the process of managing plastic waste for paving blocks at “UD. Wong Cilik ”Jetis Village, Kemangkon District, Purbalingga Regency. This study used the descriptive qualitative method. research data as well as in-depth interviews, observation, namely non-participatory observation, and documentation. The research location was conducted in Jetis Village, Kemangkon District, Purbalingga Regency. The technique of taking informants was purposive sampling. The data analysis technique in this study used an interactive analysis model of Milles and Habberman. The result of this research is the beginning of "UD. Wong Cilik "was founded in 2005. The waste management carried out in Jetis Village is based on environmental considerations because it has not received assistance for TPS (temporary shelter), so finally KN has an innovative idea to create a business that utilizes plastic waste produced every day by Jetis villagers. This inorganic waste from plastic is managed into a more valuable item, namely paving blocks. The obstacle in this process is the lack of a furnace as a combustion process. The conclusion of this research is that the plastic waste management process is an innovation to solve the problem of plastic waste by making plastic waste into paving blocks.
Pencapaian Program Panjaran Nol Rupiah dalam Mengindikasikan Sistem Penyediaan Perumahan yang Terjangkau dan Berkelanjutan di Provinsi DKI Jakarta Nicita Meinanda Yudisti; Muslihudin Muslihudin; Yanto Yanto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1148.787 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i7.8544

Abstract

Fokus penelitian ini untuk mengevaluasi komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap pelaksanaan program DP Nol Rupiah. Hasil kajian evaluasi berupa identifikasi persoalan-persoalan yang dihadapi oleh stakeholders, serta pencapaian pelaksanaan program Hunian DP Nol Rupiah tersebut. Pada akhir kajian, peneliti mengenalisis kriteria yang mengindikasikan kondisi kepastian keberlanjutan penyediaan perumahan Hunian DP Nol Rupiah di Provinsi DKI Jakarta. Angka realisasi pembangunan dan penjualan Hunian DP Nol Rupiah, mulai dari tahun 2017 hingga pada Maret 2021, hanya mencapai 9,39% dari target terbangun. Sedangkan jumlah Hunian DP Nol Rupiah yang terbangun tersebut hingga Maret 2022 terjual sebanyak 908 unit yang tersebar pada ketiga lokasi program Hunian DP Nol Rupiah. Beberapa kendala pelaksanaan program Hunian DP Nol Rupiah antara lain karena terkendalanya pembangunan akibat pembebasan lahan, dampak pandemi 2020-2021, langkanya lahan terbuka di Provinsi DKI Jakarta dan pengaruhnya terhadap harga jual properti, dinamika revisi peraturan mengenai persyaratan yang memberatkan calon pembeli, hingga adanya polemik temuan korupsi pada September 2021. Berdasarkan hasil ranking akhir kriteria penyediaan perumahan yang mengindikasikan keberlanjutan program Hunian DP Nol Rupiah, kriteria komponen sosial-ekonomi yakni “Skema Pembiayaan dengan Harga yang Terjangkau bagi MBR” dan “Keterjaminan terhadap Status Legal Hunian” berada pada urutan paling diprioritaskan. Sedangkan kriteria-kriteria komponen fisik lingkungan seperti “Luas Hunian yang Disediakan” dan “Pembinaan mengenai Penggunaan Sumber Daya Ramah Lingkungan” berada pada urutan akhir yang belum terlalu diprioritaskan oleh stakeholders. Simpulannya, kebutuhan sosial-ekonomi selalu menjadi komponen utama yang menjadi perhatian manusia. Manusia cenderung mengesampingkan faktor keberlanjutan lingkungan dibanding kebutuhan sosial-ekonominya dalam mengambil keputusan pemenuhan kebutuhan.
Evaluasi Kinerja Rantai Pasok Gula Kelapa Kristal di Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga Suyono Suyono; Wiwiek Rabiatul Adawiyah; Dindy Darmawati Putri; Muslihudin Muslihudin; Mochamad Sugiarto; Agus Sutanto; Budi Dharmawan; Dyah Ethika Noehdiyati; Irene Kartika Eka Wijayanti; Sunendar Sunendar
Agriekonomika Vol 11, No 1: April 2022
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v11i1.11938

Abstract

Kecamatan Kutasari merupakan sentra industri gula kelapa kristal di Kabupaten Purbalingga. Perkembangan usaha gula kristal dipengaruhi pola distribusinya. Tujuan penelitian yaitu mengukur kinerja rantai pasok gula kristal dan menganalisis efisiensi kinerja rantai pasok gula kristal. Lokasi penelitian meliputi tiga desa yaitu Desa Candinata, Candiwulan, dan Karangcegak Kecamatan Kutasari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Pengambilan sampel pengrajin menggunakan metode simple random sampling dan metode sensus untuk populasi pengepul kecil dan pengepul besar. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis SCOR dan Data Envelopment Analysis (DEA) dengan bantuan software LINDO 6.1. Hasil penelitian menunjukkan kinerja rantai pasok gula kristal berdasarkan analisis SCOR sudah memiliki kriteria yang baik. Analisis efisiensi kinerja pengepul kecil dan besar rantai pasok gula kristal dengan menggunakan DEA telah beroperasi secara efisien, sedangkan pengrajin belum efisien.
Kajian Kualitas Lingkungan dan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Berbasis Sosial dan Ekonomi di Desa Karangsambung Kecamatan Karangsambung Kabupaten Kebumen Eni Rofiqoh; Muslihudin Muslihudin; Wahyu Siswandari
Buletin Keslingmas Vol 42, No 2 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.2 TAHUN 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v42i2.9825

Abstract

Desa Karangsambung berada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Karangsambung dengan luas mencapai 364,784 ha. Kondisi ekonomi rendah menyebabkan masyarakat kurang memperhatikan kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas lingkungan air dan program STBM yang berbasis aspek lingkungan (akses/ketersediaan sanitasi, dan kebersihan sanitasi), aspek sosial (pengetahuan tentang program STBM), dan aspek ekonomi di desa Karangsambung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan survey. Populasi penelitian seluruh kepala keluarga (KK) yaitu sebanyak 1294 KK dengan besar sampel sebanyak 94 responden.  Teknik pengambilan sampel kualitas air dilakukan menggunakan metode purposive sampling yaitu dengan pertimbangan air pada sumur gali diambil sebanyak 1 sumur gali pada masing-masing dusun, sehingga terdapat 5 sumur gali dari 5 dusun. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pemeriksaan kualitas air sumur gali (fisik, kimia dan mikrobiologi). Analisis data secara deskriptif yang disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program STBM pada Desa Karangsambung berbasis sosial dan ekonomi masyarakat telah dilaksanakan hampir 100% oleh responden. Aspek Lingkungan menunjukkan bahwa 97,9% dengan kriteria baik. Kualitas lingkungan air pada Desa Karangsambung menunjukkan bahwa air sumur gali, masih di bawah standar yang ditetapkan. Aspek Sosial menunjukkan bahwa 83% responden mengetahui pilar STBM. Aspek Ekonomi pada masyarakat Desa Karangsambung menunjukkan bahwa 67 responden (71,3%) berpenghasilan di bawah UMK, 27 responden (28,7%) berpenghasilan di atas UMK.
Pengembangan Potensi Desa Wisata di Banyumas Menuju Pembangunan Perdesaan Berkelanjutan Agung Kurniawan; Tyas Retno Wulan; Muslihudin Muslihudin
Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian Vol. 8 No. 5 (2023)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jimdp.v8i5.334

Abstract

Sustainable Development Goals or sustainable development is a development concept carried out by the government to improve the community's welfare and preserve the environment. The national development program is now starting to experience a paradigm shift. Previously, the focus of development was more emphasized on the economic sector in local government areas only, but now the director of development is starting to target rural areas as the most significant contributor to achieving the success of national development. The purpose of this research is to map tourist villages in Banyumas Regency into several categories according to their potential and level of development. This research was conducted from October to November 2022 with the selection of research locations carried out purposively based on considerations of being a village that has a tourist location, both developed and newly developed, having various village potentials such as nature, culture, and UMKM, managed by the village government and residents supported by the local government, universities, and investors spread across 13 tourist villages in the Banyumas Regency area Kalisalak, Wlahar Wetan, Linggasari, Melung, Papringan, Pandak, Banjaranyar, Limpakuwus, Kalisari, Susukan, Karangsalam Lor, Cikakak, and Karang Tengah. The population in this study amounted to 160 people, with a research sample of 90 people consisting of 14 village governments, 48 tourism managers, and 28 local villagers. This research uses qualitative data analysis methods with primary data sources obtained directly from the field and supported by secondary data obtained by researchers from various media such as the Internet and other research results as support. The data collection techniques used in this research were structured interviews, observation, and literature study. The results showed that several village areas in Banyumas Regency have become tourist villages or pioneered to become tourist villages with a management system carried out by the local community in collaboration with the village government and in partnership with external parties such as universities, investors, and local governments. These villages have various characteristics of potential that can be developed, such as natural potential, artistic potential, and UMKM. Seen from the level of development, tourist villages in Banyumas Regency are divided into several categories, namely the tourist village category, the developing tourist village category, and the embryonic village category.