Penelitian ini menganalisis interoperabilitas e-government dalam aplikasi Jogja Istimewa yang dikelola oleh Diskominfo DIY, sebagai upaya mendukung pelayanan publik berbasis digital di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Jogja Istimewa telah berperan dalam menyatukan berbagai layanan pemerintah ke dalam satu platform digital, namun masih menghadapi tantangan signifikan. Hambatan utama dalam interoperabilitas meliputi fragmentasi data antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kurangnya integrasi sistem, keterbatasan dalam penggunaan standar data (seperti JSON dan API), serta lemahnya koordinasi dan pembaruan data antar instansi. Dari empat indikator interoperabilitas (desain proses, keselarasan proses pemerintah, kompatibilitas kebijakan, dan interaksi dengan pengguna), ditemukan bahwa interaksi pengguna dan desain aplikasi sudah cukup baik, namun keselarasan antar proses dan kompatibilitas dengan kebijakan belum optimal. Penelitian ini menyarankan peningkatan standarisasi data, penguatan koordinasi lintas OPD, serta edukasi publik agar aplikasi dapat dimanfaatkan lebih maksimal oleh masyarakat.
Copyrights © 2026