This study aims to describe code-switching and code-mixing in the film Bumi Manusia Extended, focusing on two main aspects: (1) the types of code-switching and code-mixing, and (2) the factors causing code-switching and code-mixing within the film. A qualitative descriptive method was employed. The data consisted of dialogue containing instances of code-switching and code-mixing in the film. The results identified 76 instances: 45 cases of code-switching (based on the theory of Chaer and Agustina, 2010) and 31 cases of code-mixing (based on the theory of Suwito, 1985). Regarding the causes, the most dominant factor for code-switching was the interlocutor (22 instances), while the most dominant factor for code-mixing was the speaker (21 instances). These findings indicate that code-switching reflects the complexity of social and political relationships during the colonial era, whereas code-mixing arises from language exchanges frequently occurring within social interactions. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan alih kode dan campur kode dalam film Bumi Manusia Extended yang meliputi dua fokus utama: (1) jenis alih kode dan campur kode dan (2) faktor penyebab terjadinya alih kode dan campur kode dalam film Bumi Manusia Extended. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah dialog yang didalamnya terdapat alih kode dan campur kode dalam film Bumi Manusia Extended. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 76 data yang mencakup alih kode sebanyak (45 data) berdasarkan teori Chaer dan Agustina (2010) dan campur kode sebanyak (31 data) berdasarkan teori Suwito (1985). Adapun faktor penyebab terjadinya alih kode berdasarkan Chaer dan Agustina (2010) yang paling dominan adalah lawan bicara atau lawan tutur (22 data) dan faktor penyebab terjadinya campur kode berdasarkan teori Suwito (1985) yang paling dominan adalah faktor penutur (21 data). Temuan alih kode dan campur kode ini menunjukkan bahwa alih kode mencerminkan tingkat kompleksitas hubungan sosial dan politik masyarakat pada masa kolonial dan campur kode muncuk akibat pertukaran bahasa yang sering terjadi di lingkungan pergaulan.
Copyrights © 2026