cover
Contact Name
Muharsyam Dwi Anantama
Contact Email
muharsyam.anantama@fkip.unila.ac.id
Phone
+6287715316393
Journal Mail Official
sakabahasa73@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soemantri Brojonegoro, No.1 Gedongmeneng.
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 31105920     DOI : https://doi.org/10.23960/sakabahasa
Saka Bahasa merupakan jurnal kajian dan penelitian yang berfokus pada pendidikan, bahasa, sastra, dan budaya. Setiap artikel di Saka Bahasa telah melewati proses telaah pustaka dan penyuntingan sehingga memenuhi standar publikasi ilmiah. Saka Bahasa terbit pada bulan Juli dan Desember setiap tahunnya.
Articles 23 Documents
ANALISIS BUDAYA MERANTAU DALAM LAGU KEMBALI PULANG KARYA FEBY PUTRI: KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK Fiqri Abdul Muqit; Widayanti; Fikri Hakim
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2024): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v1i4.218

Abstract

This study aims to analyze the representation of migratory culture in the song Kembali Pulang by Feby Putri with an anthropolinguistic approach. This song was chosen because the lyrics describe emotional expe(Evayani, n.d.)riences and cultural values related to the tradition of migrating in Indonesian society. This study uses a qualitative descriptive method with content analysis of song lyrics and tracing the cultural context that surrounds it. The results of the study show that the lyrics of the song Kembali Pulang reflect the dimensions of the migratory culture, such as longing for family, the struggle to face challenges overseas, and social values such as responsibility to parents. In addition, it was found that there are local values that synergize with the universal view of migration and emotional attachment to the homeland. This research contributes to understanding the relationship between language, culture, and human experience, as well as enriching anthropolinguistic studies with musical art perspectives.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi budaya merantau dalam lagu Kembali Pulang karya Feby Putri dengan pendekatan antropolinguistik. Lagu ini dipilih karena liriknya menggambarkan pengalaman emosional dan nilai-nilai budaya yang berkaitan dengan tradisi merantau dalam masyarakat Indonesia. Kajian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis isi terhadap lirik lagu serta penelusuran konteks budaya yang melingkupinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu Kembali Pulang mencerminkan dimensi-dimensi budaya merantau, seperti kerinduan terhadap keluarga, perjuangan menghadapi tantangan di perantauan, dan nilai sosial seperti tanggung jawab terhadap orang tua. Selain itu, ditemukan adanya nilai-nilai lokal yang bersinergi dengan pandangan universal tentang migrasi dan keterikatan emosional dengan kampung halaman. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami hubungan antara bahasa, budaya, dan pengalaman manusia, serta memperkaya kajian antropolinguistik dengan perspektif seni musik.
GAYA BAHASA DALAM LIRIK LAGU CAK CULAY NABUY NABUY KARYA MUHAMMAD YUSUF Ali Mustofa; Muharsyam Dwi Anantama; Afeby Ade Habibansyah
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2024): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to identify, analyze and reveal the meaning of language styles in the lyrics of the song "Cak Culay Nabuy Nabuy" by Muhammad Yusuf using a stylistic approach. The research data used by the author are the lyrics of the song Cak Culay Nabuy Nabuy" by Muhammad Yusuf. The main focus of this research is analyzing language styles which include metaphor, hyperbole, symbolism, repetition, pleonasm, tautology, climax, irony, cynicism and innuendo. Method The research used was descriptive qualitative with a case study design, where data was collected through documentation techniques and analyzed using note-taking and content analysis techniques. The results of this research showed that there were 3 linguistic style findings and 8 figures of speech in the song's lyrics found include: 1) comparative language style with metaphor, hyperbole and symbolic figures of speech, 2) affirmative language style with repetition and pleonasm, 3) satirical language style with irony, cynicism and innuendo. These findings consist of comparative language styles found 3 findings equivalent to 37.5%, affirmative language style 2 findings equivalent to 25%, satirical language style 3 findings equivalent to 37.5%. The total number of findings is 8 or equivalent to 100%.   Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengungkap makna dari gaya bahasa dalam lirik lagu "Cak Culay Nabuy Nabuy" karya Muhammad Yusuf” menggunakan pendekatan stilistika. Data penelitian yang digunakan penulis adalah lirik lagu Cak Culay Nabuy Nabuy" karya Muhammad Yusuf”. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis gaya bahasa dan majasnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan rancangan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan teknik simak-catat dan analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukan bahawa terdapat 3 temuan gaya bahasa dan 8 majas dalam lirik lagu tersebut. Gaya bahasa yang ditemukan meliputi: 1) gaya bahasa perbandingan dengan majas metafora, hiperbola, dan simbolik,  2) gaya bahasa penegasan dengan majas repetisi dan pleonasme, 3) gaya bahasa sindiran dengan majas ironi,sinisme, dan innuendo. Temuan ini terdiri dari Gaya bahasa perbandingan ditemukan sebanyak 3 temuan, gaya bahasa penegasan sebanyak 2 temuan, gaya bahasa sindiran sebanyak 3 temuan. Jumlah total hasil temuan sebanyak 8 temuan data.
OFF THE RECORD DAN EMBARGO DALAM DUNIA WARTAWAN Aditya Pratama; Sandika Ali; Witri Karisma Azhari
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2024): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The terms embargo and off the record in the world of journalist are familiar things to hear. An embargo is information obtained from a source that is not directly broadcast or reported according to the request of the source. Meanwhile, off the record is information obtained but not approved by the source to be reported or broadcast. The goal achieved in this research is to understand and describe off the record and embargo. The research method used by the author is a qualitative type using descriptive analysis. The research data collection technique was carried out by searching for articles using Google Scholar. From the research conducted, the results show that the embargo refers to requests for postponement of reporting from sources. Off the record refers to information that is confidential. Both of these things can happen if journalists and sources mutually agree. Istilah embargo dan off the record dalam dunia wartawan merupakan hal yang bukan asing lagi untuk didengar. Embargo adalah informasi yang di dapat dari narasumber tidak langsung ditayangkan atau diberitakan sesuai permitaan narasumber. Sementara, off the record merupakan informasi yang didapat tetapi tidak disetujui oleh narasumber untu diberitakan atau ditayangkan. Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah untuk memahami dan mendeskripsikan off the record dan embargo. Metode penelitian yg dipakai penulis merupakan jenis kualitatif menggunakan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan mencari artikel menggunakan Google Scholar. Dari penelitian yang dilakukan ini, menunjukan hasil bahwa embargo merujuk pada permintaan penundaan pemberitaan dari narasumber. Off the recorcd merujuk pada informasi yang dirahasiakan. Kedua hal tersebut dapat terjadi apabila wartawan dan narasumber saling menyetujui.
IMPLEMENTASI KODE ETIK JURNALISTIK EMBARGO OFF THE RECORD KAITAN DENGAN UU PERS NO 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS PADA KEBEBASAN PERS Istiqomah Nurzafira; Muharsyam Dwi Anantama; Dita Julianti
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2024): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the eyes of the law (equality before the law) Indonesia guarantees that everyone is equal. This is very clear in the existing law, which states that the state of Indonesia is the right of the state and is fully regulated by law. Print mass communication is a way to realize the public’s right to information and build public opinion through adequate, equal, accurate and TRUE information. The role of a journalist is very important to meet the right people and of course in carrying out this work or profession one must be given legal protection as stated in Article 8 of the Press Law No. 40 of 1999. Where journalists really need legal protection for their work, so that they do not carry out their work or are not overshadowed by intimidation, terror and violence. Di mata hukum (equality before the law) Indonesia menjamin bahwa setiap orang sama. Hal ini amat tegas di dalam undang – undang yang ada , yang menyatakan negara Indonesia adalah hak negara dan diatur sepenuhnya oleh undang-undang. Komunikasi massa cetak adalah cara untuk mewujudkan hak publik atas informasi dan membangun opini publik melalui informasi yang memadai, setara, akurat, dan benar. Peran seorang jurnalis sangat penting untuk bertemu dengan orang-orang yang tepat dan tentunya dalam melakukan pekerjaan atau profesi tersebut harus diberikan perlindungan hukum yang disebutkan dalam Pasal 8 Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Hal tersebut disebabkan bahwa jurnalis sangat membutuhkan perlindungan hukum terhadap pekerjaan, agar mereka tidak melakukan pekerjaannya atau tidak dibayangi oleh intimidasi, teror dan kekerasan.
ANALISIS DEIKSIS SOSIAL DALAM NOVEL BUKAN PASAR MALAM KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER Ali Mustofa; Eka Amelia; Eka Kurniati
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 1 No. 1 (2024): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Novels are real life and actions expressed through writing. Pragmatics is the study of the science between context and language when the language is expressed. Social deixis is deixis that focuses on the social position and existence between speakers and unux opponents in society with their interactions using language. The novel Bukan Pasar Malam by Pramoedya Ananta Toer tells the reality of people's lives after independence. Based on the results of the analysis, 6 social deixis for positions were found. 5 social deixis of types of profession. 6 social deixis types of greeting. 3 social deixis 1 type of social class. I social deiksıs based on cultural background 2 social deixis types of social activities. 3 social deixis tennis social status 2 social deixis economic statusı I social deixis based on religious background, and 1 social deixis based on ethnic background.   Novel merupakan suatu kehidupan dan tindakan nyata yang dituangkan melalui tulisan. Pragmatik adalah kajian ilmu antara konteks dan bahasa pada saat bahasa tersebut   diungkapkan.   Deiksis   sosial   adalah   deiksis   yang   berfokus   pada kedudukan   sosial   dan   keberadaan   antara penutur   dan   lawan   tutur   dalam masyarakat dengan interaksinya yang menggunakan bahasa. Novel Bukan Pasar Malam karya Pramoedya Ananta Toer menceritakan realita kehidupan rakyat setelah merdeka. Berdasarkan hasil analisis ditemukan 6 deiksis sosial jenis jabatan, 5 deiksis sosial jenis profesi, 6 deiksis sosial jenis sapaan, 3 deiksis sosial jenis kelas sosial, 1 deiksis sosial berdasarkan latar belakang budaya, 2 deiksis sosial jenis aktivitas sosial, 3 deiksis sosial jenis status sosial, 2 deiksis sosial status ekonomi, 1 deiksis sosial berdasarkan latar belakang agama, dan 1 deiksis sosial berdasarkan latar belakang etnis.
PISAAN SEBAGAI WADAH PENANAMAN MORAL DALAM ACARA INTAR TERANG MASYARAKAT PAKUAN RATU Sanah Riah; Syifa Athiyyatus Zuhro; Rahmat Prayogi; Bambang Riadi
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2024): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research study is used as a forum for instilling values ​​in society. The aim of the research entitled "pisaan as a forum for instilling moral ​​in wedding ceremonies in the Pakuan Ratu community" describes the function and role of pisaan in a society. Apart from being entertainment, Pisaan can also be used as a fun place for moral cultivation and of course has a different impression. This research uses qualitative descriptive research. Apart from being used as entertainment, it is also a place to instill moral values ​​in society. Because pisaan is a form of poetry which always contains advice for the bride. This advice will become a guide or guideline for the bride to make her family harmonious and happy. This piasaan is conveyed by singing. Usually at the intar bright event the pisaan is sung by the grandfather or grandmother from the girl's side as a farewell greeting and to give advice to the bride. Pisaan also serves as an accompaniment to the bride's release to the bridal car to go to the groom's house together with the entourage.   Kajian penelitian ini ialah pisaan sebagai wadah penanaman nilai pada masyarakat. Tujuan penelitian yang berjudul “Pisaan sebagai Wadah Penanaman  Moral dalam Acara  Intar Terang Pamasyarakat Pakuan Ratu” mendeskripsikan fungsi  dan peran pisaan dalam suatu masyarakat. Selain sebagai hiburan pisaan juga dapat digunakan sebagai wadah penanaman moral yang menyenagkan dan tentunya memiliki kesan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan  penelitian deskriptif kualitatif. Selain digunakan sebagai sebuah hiburan pisaan menjadi wadah penanaman niali moral pada masyarakat. Sebab pisaan merupakan bentuk puisi yang isi di dalamnya selalu mengandung nasehat  untuk  mempelai wanita. Nasihat itulah  yang akan menjadi sebuah pegangan atau titian bagi  mempelai wanita agar menjadikan keluarganya harmonis dan bahagia. Piasaan  ini disampaikan dengan cara bernyanyi. Biasanya dalam acara intar terang  pisaan dilantunkan oleh bakas atau atu dari pihak gadis sebagai ucapakn perpisahan serta memberikan nasihat kepada mempelai wanita. Pisaan juga sebagai pengiring  pelepasan mempelai wanita menuju mobil pengantin untuk menuju ke rumah pihak laki-laki bersama di  dengan rombongan.
DAMPAK KULTURAL MAYORITAS JAWA TERHADAP MINORITAS LAMPUNG DI DESA PAREREJO Fitri Nur Hidayah; Lesti Susanti; Rahmat Prayogi; Bambang Riadi
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 1 No. 1 (2024): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to explore how Javanese culture influences the social and cultural life of the minority Lampung pelples. Using a qualitative approach, this research collected data through interviews and direct observation in the field. The research results show that the dominance of Javanese culture has resulted in changes in Lampung cultural values, including language, customs and social practices. Lampung people experience difficulties in maintaining their cultural identity, with the younger generation more likely to adopt Javanese language and traditions. This creates social tensions that can threaten the continuity of Lampung culture. Research also finds that despite acculturation, many elements of Lampung culture are marginalized. As a solution, it is important to increase awareness of Lampung’s cultural values ​​through education and preserving traditions. Community activities involving both ethnicities can help build mutual understanding and respect for diversity. This research emphasizes the need for collaboration between government and society to create a harmonious and inclusive environment for all ethnicities.   Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana budaya Jawa mempengaruhi kehidupan sosial dan budaya masyarakat Lampung yang menjadi minoritas. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi budaya Jawa telah mengakibatkan perubahan nilai-nilai budaya Lampung, termasuk dalam bahasa, adat istiadat, dan praktik sosial. Masyarakat Lampung mengalami kesulitan dalam mempertahankan identitas budaya mereka, di mana generasi muda lebih cenderung mengadopsi bahasa dan tradisi Jawa. Hal ini menciptakan ketegangan sosial yang dapat mengancam keberlangsungan budaya Lampung. Penelitian juga menemukan bahwa meskipun ada akulturasi, banyak elemen budaya Lampung yang terpinggirkan. Sebagai solusi, penting untuk meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai budaya Lampung melalui pendidikan dan pelestarian tradisi. Kegiatan komunitas yang melibatkan kedua etnis dapat membantu membangun saling pengertian dan menghormati keberagaman. Penelitian ini menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan inklusif bagi semua etnis.
ANALISIS SASTRA BANDINGAN PADA PEPACCUR LAMPUNG DAN TAHULI GORONTALO DALAM UPACARA PEMBERIAN GELAR ADAT Nadila Ayu Putri; Nur Hikmawati Adinda; Rahmat Prayogi; Bambang Riadi
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 1 No. 1 (2024): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research analyzes the comparison between two types of traditional Indonesian poetry, Pepaccur Lampung and Tahuli Gorontalo, in the context of traditional title awarding ceremonies. This research aims to compare the theme, tone, message and function of the two types of poetry in traditional ceremonies. Using a comparative literary analysis approach, this research analyzes the differences and similarities between Pepaccur and Tahuli and explores the cultural implications contained in both. The qualitative descriptive analysis method was used in this research. Non-participant observation techniques and literature studies were used to collect data. The results of the analysis are presented using informal techniques, namely word formulation techniques. The findings of this research provide deeper insight into the diversity of traditional Indonesian literature and the role of poetry in strengthening local cultural identity.   Penelitian ini menganalisis perbandingan antara dua jenis puisi tradisional Indonesia, Pepaccur Lampung dan Tahuli Gorontalo, dalam konteks upacara pemberian gelar adat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tema, nada, amanat dan fungsi kedua jenis puisi tersebut dalam upacara adat. Dengan menggunakan pendekatan analisis sastra komparatif, penelitian ini menganalisis perbedaan dan kesamaan antara Pepaccur dan Tahuli serta menggali implikasi budaya yang terkandung dalam keduanya. Metode analisis deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Teknik observasi non partisipan dan studi literatur digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil analisis disajikan dengan menggunakan teknik informal yaitu teknik perumusan kata. Temuan penelitian ini memberikan wawasan yang lebih dalam tentang keragaman sastra tradisional Indonesia dan peran puisi dalam memperkuat identitas budaya lokal.
PELESTARIAN SASTRA LISAN WAWANCAN DALAM UPAYA MEMBANGUN KESADARAN BUDAYA GENERASI MUDA DI PEKON SUKARATU Azarine Kayla; Nanalia; Rahmat Prayogi; Bambang Riadi
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 1 No. 1 (2024): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wawancan oral literature is a cultural tradition rich in moral, ethical, and philosophical values. This tradition is typically performed during various customary events such as weddings and title bestowals (adok). However, modernization and globalization have led to a decline in younger generations' interest in this tradition, particularly in Pekon Sukaratu, Pringsewu Regency, Lampung. This study aims to document and preserve wawancan oral literature using a qualitative approach with a case study method. Data were obtained through in-depth interviews and field observations. The findings reveal that wawancan oral literature plays a significant role in strengthening the cultural identity of the Lampung community, yet its preservation faces challenges such as lack of documentation, limited government support, and the influence of modernization. This study recommends documenting wawancan in written and audio-visual formats, introducing cultural education in schools, and modernizing the tradition’s presentation to engage younger audiences. Government support and collaboration with local communities are essential for developing sustainable preservation strategies.   Sastra lisan wawancan merupakan tradisi budaya yang kaya akannilai-nilai moral, etika, dan filosofi hidup. Tradisi ini biasanya ditampilkan dalam berbagai acara adat seperti pernikahan dan pemberian gelar (adok). Namun, modernisasi dan globalisasi telah menyebabkan penurunan minat generasi muda terhadap tradisi ini, terutama di Pekon Sukaratu, Kabupaten Pringsewu, Lampung.Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan melestarikan sastra lisan wawancan melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh dari wawancara mendalam dan observasi di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sastra lisan wawancan memiliki peran penting dalam memperkuat identitas budaya masyarakat Lampung, tetapi minimnya dokumentasi, dukungan pemerintah, serta pengaruh modernisasi menjadi tantangan besar dalam pelestariannya. Penelitian ini merekomendasikan dokumentasi dalam bentuk tulisan dan audio-visual, edukasi budaya di sekolah, serta pengemasan ulang tradisi dengan pendekatan modern untuk menarik minat generasi muda. Dukungan pemerintah dan kolaborasi dengan komunitas lokal juga diperlukan untuk menciptakan strategi pelestarian yang berkelanjutan.
MUATAN LOKAL BAHASA LAMPUNG DI SEKOLAH SEBAGAI STRATEGI PEMERTAHANAN DAN PELESTARIAN BAHASA DAERAH Sulistiyanti Khalizah; Nabila Trya; Rahmat Prayogi; Bambang Riadi
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 1 No. 1 (2024): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to determine strategies for maintaining and preserving the Lampung regional language in schools through local content subjects. This research method applies literature study with a qualitative approach, which is considered an effective way to collect information. The object of this research is to identify strategies that can maintain the Lampung language, one of which is by incorporating local Lampung language content into the subjects. In addition, this maintenance and conservation strategy involves teachers as educators, students and the government in developing educational curricula that support regional languages ​​and the use of information technology to promote understanding and use of the Lampung language. It is hoped that the results of this research can contribute to participation in efforts to maintain and preserve the Lampung language.   Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pemertahanan dan pelestarian bahasa daerah Lampung di sekolah melalui mata pelajaran muatan lokal. Metode penelitian ini mengaplikasikan studi pustaka dengan pendekatan kualitatif, yang dianggap sebagai cara yang efektif untuk mengumpulkan informasi. Objek penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi strategi yang dapat mempertahankan bahasa Lampung, salah satunya dengan memasukkan muatan lokal bahasa Lampung ke dalam mata pelajaran. Selain itu, strategi pemertahanan dan pelestarian ini melibatkan guru sebagai pendidik, siswa, dan pemerintah dalam pengembangan kurikulum pendidikan yang mendukung bahasa daerah dan pemanfaatan teknologi informasi untuk mempromosikan pemahaman serta penggunaan bahasa Lampung. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam partisipasi upaya untuk mempertahankan dan melestarikan bahasa Lampung.

Page 1 of 3 | Total Record : 23