Agresivitas remaja yang ditandai dengan perilaku seperti perkelahian, bullying, dan kekerasan verbal masih menjadi permasalahan yang memerlukan perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecanduan media sosial dan regulasi emosi terhadap agresivitas remaja di Kabupaten Purworejo. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain kausal korelasional. Sampel penelitian berjumlah 285 remaja usia 15–18 tahun yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan Buss-Perry Aggression Questionnaire (BPAQ), Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS), dan skala regulasi emosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecanduan media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap agresivitas remaja (t = 7,749; p < 0,001), sedangkan regulasi emosi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap agresivitas remaja (t = -9,553; p < 0,001). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap agresivitas remaja (F = 119,2; p < 0,001) dengan nilai R² sebesar 0,458. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kecanduan media sosial maka semakin tinggi agresivitas remaja, sedangkan semakin baik regulasi emosi maka semakin rendah agresivitas remaja
Copyrights © 2026