Kemampuan membaca permulaan merupakan fondasi literasi yang wajib dikuasai siswa pada jenjang awal sekolah dasar. Observasi awal di SDN 2 Silihnara menunjukkan bahwa 13 dari 20 siswa (65%) masih mengalami kesulitan dalam mengenali bunyi huruf, menggabungkan suku kata, serta membaca kata dengan lancar. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca permulaan melalui penerapan Metode Syllable. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian terdiri atas 20 siswa kelas I. Data dikumpulkan melalui tes membaca lisan dan lembar observasi aktivitas guru serta siswa, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan membaca permulaan meningkat dari 46,88% pada pra-siklus menjadi 62,50% pada Siklus I dan 87,50% pada Siklus II. Berdasarkan kriteria ketuntasan ????????≥66%, ketuntasan klasikal meningkat dari 0% (0 siswa) pada pra-siklus menjadi 35% (7 siswa) pada Siklus I, dan mencapai 95% (19 siswa) pada Siklus II. Temuan ini membuktikan bahwa penerapan Metode Syllable yang dipadukan dengan latihan membaca individual, tanya jawab berbasis teks, serta penguatan positif efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SDN 2 Silihnara.
Copyrights © 2026